Bank Dunia Sebut Ketimpangan Ekonomi Masih Jadi Tantangan

Kamis, 10 Oktober 2019 - 17:43 WIB
Bank Dunia Sebut Ketimpangan...
Bank Dunia Sebut Ketimpangan Ekonomi Masih Jadi Tantangan
A A A
JAKARTA - Meski Indonesia mengalami kemajuan dalam hal pengurangan kemiskinan, Bank Dunia menilai masih ada tantangan domestik yang harus dihadapi negara ini yaitu mengurangi ketimpangan antar daerah.

Bank Dunia menyebutkan, dari Maret 2018 hingga Maret 2019, sebanyak 28 provinsi berhasil mengurangi jumlah penduduk miskin. Namun, enam provinsi lainnya menunjukkan terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin.

"Indonesia kawasan Timur khususnya tertinggal secara signifikan, sementara Jakarta memiliki tingkat kemiskinan terendah pada 3,5% dan Papua memiliki tingkat tertinggi di 27,5%," ujar Lead Country Economist Bank Dunia untuk Indonesia Frederico Gil Sander di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Di samping itu, lanjut dia, risiko terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi juga meningkat di tengah ketidakpastian global. Kembali tereskalasinya ketegangan perdagangan baru-baru ini, menimbulkan risiko bagi perdagangan dunia dan proyeksi pertumbuhan China.

"Perselisihan perdagangan yang berlanjut ini dapat membebani pertumbuhan regional dan harga komoditas, dan karenanya juga berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan neraca transaksi berjalan akibat melemahnya ekspor," tutur Frederico.

Ia menambahkan bahwa ruang lingkup untuk membatasi impor lebih lanjut menjadi terbatas dan cenderung merugikan pertumbuhan karena investasi membutuhkan impor barang modal. Setelah pemulihan yang solid tahun lalu, mata uang di negara-negara berkembang kembali berada di bawah tekanan karena investor menyeimbangkan kembali portofolio mereka dengan aset safe-haven tradisional seperti US Treasuries sebagai pengganti aset di pasar negara berkembang.

"Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan konsekuensinya biaya pinjaman yang lebih tinggi bisa menghambat pemulihan kredit baru-baru ini, dan selanjutnya membebani investasi swasta dan pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan ekonomi dan investasi melambat, pastinya mempengaruhi penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan," imbuh Frederico.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gini Ratio di Jatim...
Gini Ratio di Jatim Naik, Ketimpangan Warga Miskin-Kaya Makin Lebar
Kongres Diaspora, Direktur...
Kongres Diaspora, Direktur Bank Dunia Soroti Ketimpangan Vaksinasi di Sejumlah Negara
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Ini Faktor-faktor Penyebab...
Ini Faktor-faktor Penyebab Ketimpangan Sosial di Masyarakat
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Bank Dunia Proyeksi...
Bank Dunia Proyeksi Ekonomi 2020 Minus
Berita Terkini
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
17 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
25 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
48 menit yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
59 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
1 jam yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Infografis
Geser Taylor Swift,...
Geser Taylor Swift, Lucy Guo Jadi Wanita Terkaya Termuda di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved