Pantauan Harga BI: Inflasi Minggu Kedua Oktober 0,04%

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 14:25 WIB
Pantauan Harga BI: Inflasi...
Pantauan Harga BI: Inflasi Minggu Kedua Oktober 0,04%
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi pada minggu kedua Oktober 2019 mencapai 0,04%, secara bulanan (month to month/mtm). Secara tahunan (year on year/yoy), BI mencatat inflasi sebesar 3,13%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, hasil ini berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan bank sentral selama dua minggu pertama Oktober. Dengan capaian ini, maka dirinya menyebut angka inflasi masih sesuai dengan target tahunan yang sudah ditetapkan.

"Berdasarkan survei pemantauan harga Oktober, harga-harga tetap terkendali karena inflasinya 0,04% mtm dan yoy 3,13%, lebih rendah dari yoy Desember 3,9%," ujar Perry di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Menurut Perry, faktor inflasi di awal Oktober ini disumbang dari beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Misalnya, harga daging ayam yang mengalami kenaikan 0,05%. Kemudian ada juga tomat sayur yang mengalami kenaikan 0,01%. Menurut Perry, kenaikan harga pada awal Oktober ini tidak terlalu signifikan dan jumlahnya pun relatif sedikit.

"Barang yang mengalami kenaikan harga daging ayam ras 0,03%. Tomat sayur 0,01%. Kretek juga sama mengamai inflasi," jelasnya

Sementara itu, lanjut Perry, masih ada beberapa komoditas juga yang mengalami deflasi pada awal Oktober ini. Misalnya harga cabai merah yang mengalami deflasi 0,07%. Lalu, bawang merah yang pada awal bulan ini masih mengalami deflasi 0,06%. "Deflasi cabai merah 0,06%. Cabai rawit 0,06%, deflasi juga. Angkutan udara dan jeruk masing-masing 0,01%," jelasnya.

Perry optimis jika harga-harga akan tetap terkendali hingga akhir tahun nanti. Dia yakin pada akhir 2019, target inflasi 3,5% plus minus 1% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 bisa tercapai.

"Jadi yang pertama harga-harga tetap terkendali sampai bulan Oktober. Insyaallah akhir tahun akan sesuai dengan perkirakan kita, akan di bawah titik tengah sasaran 3,5%," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Beber Tiga Tantangan...
BI Beber Tiga Tantangan Pengendalian Inflasi di Jatim
Bos BI Sebut Inflasi...
Bos BI Sebut Inflasi Indonesia Termasuk Terendah di Dunia
BI Buka Ruang Penurunan...
BI Buka Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan, Ini 2 Pertimbangan Utama
Tekan Inflasi Pangan,...
Tekan Inflasi Pangan, Bank Indonesia Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Perkotaan
Jelang Hari Raya Iduladha,...
Jelang Hari Raya Iduladha, BI Perwakilan Jakarta Pastikan Harga Pangan Terkendali
Tok, BI Tahan Suku Bunga...
Tok, BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
8 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
9 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
9 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
10 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
10 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved