Daya Saing RI Keok dari Singapura, Sri Mulyani Siapkan Empat Jurus

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 14:30 WIB
Daya Saing RI Keok dari...
Daya Saing RI Keok dari Singapura, Sri Mulyani Siapkan Empat Jurus
A A A
TANGERANG - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memaparkan, beberapa cara untuk meningkatkan daya saing setelah peringkat Indonesia merosot dalam laporan terbaru World Economics Forum (WEF) 2019. Pada laporan tersebut, posisi RI turun lima peringkat menjadi urutan ke-50 yang berbanding terbalik dengan Singapura yang menduduki posisi puncak mengalahkan Amerika Serikat (AS).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini akan menyebutkan ada empat cara agar daya saing Indonesia mampu menanjak. Tahap pertama yakni mengoptimalkan anggaran pendidikan untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Pasalnya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menjadi faktor penting dalam mendongkrak daya saing Indonesia.

"Pertama dengan anggaran pendidikan yang mencapai lebih dari Rp508 triliun untuk tahun depan, kita perlu rencana jangka panjang dan jangka pendek. Kemudian yang bisa quick year perlu dilakukan. Seperti melakukan training," ujar Menkeu Sri Mulyani di Tanjung Pasir, Tangerang, Jumat (11/10/2019).

Sambung Menkeu menerangkan, untuk tahap kedua yakni pemerintah juga akan terus memberikan insentif kepada daerah agar mereka bisa semakin baik di dalam mendongkrak pendidikan. Sebab, anggaran pendidikan itu dieksekusi oleh pemerintah daerah.

"Kalau bicara 100 juta labour di indo kita harus bicara jangka menengah panjang kemudian program-program di bidang pendidikan pelatihan perlu dipartisipasi. Kami di kebijakan fiskal akan terus mendukungnya," paparnya.

Sedangkan tahap ketiga kata dia, juga akan membantu dengan insentif fiskal untuk mendorong peran dari swasta untuk bisa melakukan pelatihan vokasi. "Sehingga kualitas dari SDM Indonesia makin diperbaiki," katanya.

Sri Mulyani mengatakan untuk tahap terakhir yakni , pembangunan sekolah hingga kampus akan terus dipantau dengan baik melalui anggaran belanja di kementerian dan lembaga (K/L). "Kita juga mendiversifikasikan pembiayaan sehingga mampu membangun fasilitas pendidikan secara lebih cepat melalui publik private partnership," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Swiss Dukung...
Pemerintah Swiss Dukung Pengembangan Vokasi Industri RI
Sri Mulyani Pede RI...
Sri Mulyani Pede RI Bisa Cetak 500 Ribu Eksportir Handal di 2030
Ujikom, Langkah untuk...
Ujikom, Langkah untuk Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
Dorong Pertumbuhan Industri,...
Dorong Pertumbuhan Industri, BPSDMI Kemenperin Gelar Diklat di 7 Kota
Menaker Ida: Potensi...
Menaker Ida: Potensi SDM Indonesia Harus Ditonjolkan Kepada Dunia
Menaikkan Nilai Jual...
Menaikkan Nilai Jual SDM RI Saat Memasuki Ekosistem Ekonomi Digital
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
8 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
9 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
9 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
10 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
10 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
10 jam yang lalu
Infografis
Tentara Rusia Rebut...
Tentara Rusia Rebut Wilayah Seukuran Singapura dari Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved