Pesawat Retak, Garuda Indonesia Minta Kompensasi ke Boeing

Rabu, 16 Oktober 2019 - 20:52 WIB
Pesawat Retak, Garuda...
Pesawat Retak, Garuda Indonesia Minta Kompensasi ke Boeing
A A A
JAKARTA - Garuda Indonesia mengajukan protes kepada Boeing menyusul adanya masalah pada pesawat mereka Boeing 737 New Generation (NG) yang mengalami retak. Satu unit pesawat Boeing 737 NG milik Garuda mengalami keretakan pada sekitar sayap yang mengakibatkan tidak bisa beroperasi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, mengatakan selain mengajukan protes, pihaknya telah menyiapkan langkah selanjutnya jika tidak ada respon dari pihak Boeing. Misalnya dengan meminta sejumlah kompensasi kepada produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut.

"Itu kompensasi sedang kita pertimbangkan, karena kita masih dirugikan," ujar Ari di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Ari menjelaskan alasan mengapa pihaknya mempertimbangkan untuk meminta ganti rugi lantaran kondisi pesawat yang mengalami retak atau rusak itu tidak bisa dioperasikan.

"Yang crack sudah kita grounded justru menunjukan Garuda manajemennya bagus karena bisa menemukan itu," jelasnya.

Sementara itu, VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Iksan Rosan, mengatakan meskipun pesawat itu dikandangkan, namun tidak menganggu operasional perusahaan secara keseluruhan. Karena menurutnya, yang mengalami rusak hanya satu pesawat saja sedangkan yang lainnya masih bisa mengudara.

"Enggak (ganggu), kan cuma satu. Pesawat itu untuk domestik regional. NG itu kan versi lama," terangnya.

Sebagai informasi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pemeriksaan terhadap pesawat Boeing 737 NG. Pemeriksaan dilakukan terhadap pesawat jenis tersebut milik maskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Air, serta Batik Air.

Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut implementasi DGCA Indonesia Airworthiness Directives (AD) nomor 19-10-003dan FAA Airworthiness Directives Nomor 2019-20-02 terhadap pesawat Boeing B737NG perihal Unsafe Condition dimana AD ini dipicu oleh laporan retak yang ditemukan pada frame fitting outboard chords and failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps yang dapat mengakibatkan kegagalan Principal Structural Element (PSE) untuk mempertahankan batas beban.

Kondisi ini dapat mempengaruhi integritas struktural pesawat dan mengakibatkan hilangnya kontrol pesawat. Hasilnya, terdapat retak pada salah satu dari 3 pesawat Boeing 737 NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30.000 FCN dan terdapat crack pada 2 pesawat Boeing 737 NG milik Sriwijaya Air dari 5 pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Bakal Tambah...
Garuda Bakal Tambah 8 Pesawat Boeing, Biaya Sewa Rp8 M Sebulan
Terungkap Utang Garuda...
Terungkap Utang Garuda Indonesia ke Boeing Capai Rp10 Triliun
Berhasil Tekan Kerugian,...
Berhasil Tekan Kerugian, Garuda Indonesia Siap Tambah 3 Pesawat Boeing Tahun Ini
Bos Garuda Happy Dengar...
Bos Garuda Happy Dengar Kabar Boeing 737 Max Diijinkan Terbang Lagi
Insiden Mesin Rusak...
Insiden Mesin Rusak Boeing 777 di Denver, Garuda: Punya Kita Laik Terbang
Perkuat Armada, Garuda...
Perkuat Armada, Garuda Indonesia Datangkan 2 Pesawat Boeing 737-800 NG Pekan Ini
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
49 menit yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
1 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
2 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
3 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved