Tanjung Priok Pelabuhan Pengepul Logistik Paling Siap

Selasa, 22 Oktober 2019 - 22:01 WIB
Tanjung Priok Pelabuhan...
Tanjung Priok Pelabuhan Pengepul Logistik Paling Siap
A A A
JAKARTA - Pelabuhan Tanjung Priok dinilai sebagai pelabuhan yang paling siap menjadi pengepul ekspor-impor. Selama ini cukup banyak pengembangan yang dilakukan Pelabuhan Tanjung Priok untuk meningkatkan kapasitas operasional, sehingga menjadikannya hub gateway untuk muatan ekspor-impor.

"Dengan digitalisasi yang dikembangkan, Priok bisa menekan dwelling time menjadi di bawah tiga hari. Ini berdampak positif untuk semua, termasuk para pemilik kapal," ujar Ketua Umum Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto, di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Dia menegaskan, pengembangan-pengembangan akses menuju pelabuhan juga turut memberi andil positif bagi kinerja logistik, karena pelabuhan hub gateway sangat efektif bila ada akses yang baik dengan sentra industri dari komoditas ekspor.

Mengenai beban biaya logistik yang dinilai masih tinggi, yakni rata-rata mencapai 25% dari produk domestik bruto (PDB) atau lebih tinggi dibandingkan dengan Vietnam dan Malaysia, dia berkomentar daya saing kinerja pasti menjadi tantangan, tapi melalui perbaikan kinerja logistik nasional diyakini biaya dapat lebih efisien.

Untuk layanan direct call yang terus bertambah, menurutnya jelas akan menurunkan biaya logistik. Dari segi waktu saja sudah terjadi efisiensi. "Kunci dari keberhasilan direct call adalah terdapatnya cargo volume yang madai bagi shippinglines. Inilah yang juga perlu dikejar untuk direct call," paparnya.

Belum lama ini Menteri Perencanaan Pembangunan nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, Pelabuhan Tanjung Priok direncanakan menjadi pelabuhan pengepul sektor logistik ekspor-impor. Saat ini fokus yang sudah pada direct call dan akan lebih dioptimalkan untuk menjawab isu kinerja negatif logistik nasional.

Ke depan, transhipment di pelabuhan Singapura ditekan hingga 70% dalam jangka panjang. "Ini merupakan fondasi awal rencana penurunan defisit neraca jasa sebesar 10%. Kemudian target lain menurunkan biaya logistik sebesar kurang lebih Rp765 triliun dalam lima tahun," paparnya.

Menurut dia, tujuh pelabuhan yang juga terlibat dalam program port hub di antaranya Kuala Tanjung Sumatera Utara, Tanjung Perak Surabaya, Pontianak, Bitung (Sulawesi Utara), Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Sorong di Papua.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bea Cukai Perkuat Pencegahan...
Bea Cukai Perkuat Pencegahan Pelanggaran Ekspor Impor di Pelabuhan Tanjung Priok
Tanjung Priok Lumpuh:...
Tanjung Priok Lumpuh: Sinyal Gawat Darurat Sistem Logistik Nasional
Bea Cukai Resmi Operasikan...
Bea Cukai Resmi Operasikan 10 Alat Pemindai Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok
Kejati DKI Selidiki...
Kejati DKI Selidiki Dugaan Mafia Ekspor-Impor di Pelabuhan Tanjung Priok
Pelabuhan Terbesar di...
Pelabuhan Terbesar di Indonesia Beroperasi November 2020
Kasus Dugaan Mafia Impor...
Kasus Dugaan Mafia Impor Tanjung Priok-Tanjung Emas, Kejagung Periksa 2 Saksi
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
18 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
32 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
32 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
45 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
58 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved