Nilai Total Pembiayaan Kredit bank bjb Capai Rp81,5 Triliun

Kamis, 31 Oktober 2019 - 04:31 WIB
Nilai Total Pembiayaan...
Nilai Total Pembiayaan Kredit bank bjb Capai Rp81,5 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) mencatat pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) secara positif pada kuartal III 2019. Kinerja positif tersebut mampu mendongkrak pendapatan perseroan pada periode tersebut.

Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi, menjelaskan kinerja kredit pada kuartal III 2019 tumbuh 9,8% (year on year/yoy) dengan nilai total pembiayaan mencapai Rp81,5 triliun. Pertumbuhan pembiayaan tercatat lebih baik dibandingkan posisi kuartal sebelumnya yang tumbuh 8,2% yoy.

bank bjb mencatat, jumlah pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional sebesar 8,68% per Agustus 2019. Penyaluran kredit bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih menjadi daya dorong kinerja pembiayaan bank bjb.

Begitupun dengan pertumbuhan DPK tercatat 10% yoy, lebih baik dibandingkan posisi kuartal sebelumnya sebesar 7,4% yoy. Posisi DPK bank bjb pada kuartal III tahun 2019 ini mencapai Rp98,4 triliun.

"Pertumbuhan DPK ini didorong pertumbuhan dana murah yaitu giro sebesar 10,9% yoy dan tabungan sebesar 6,9% yoy. Pertumbuhan DPK ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional sebesar 7,62% per Agustus 2019," kata Yuddy pada Analyst Meeting bank bjb kuartal III 2019 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Tumbuhnya DPK dan kredit bank bjb, mendorong naiknya aset perseroan. Bank bjb mencatat total aset mencapai Rp123,6 triliun. Angka itu menunjukkan peningkatan sebesar 8,3% yoy. Pencapaian ini menunjukkan kondisi internal perusahaan yang sehat dan bersaing.

Pada periode ini, bank bjb juga fokus dalam peningkatan fee based income. Itu terlihat dari perolehan perseroan secara kuartalan di kuartal III ini sebesar Rp249 miliar. Lebih tinggi 13,70% dibandingkan perolehan fee based income secara kuartalan di kuartal sebelumnya. Pencapaian itu merupakan tertinggi sepanjang 2019.

Sementara pada Pre Provisioning Operating Profit (PPOP) kuartal III, secara kuartalan tumbuh Rp613 miliar, dibandingkan pertumbuhan pada kuartal kedua sebesar Rp580 miliar.

Pencapaian itu tak lepas dari program efisiensi yang menekan biaya operasional sehingga dapat turun -1.3% dibandingkan dengan biaya operasional tahun lalu. "Upaya itu mendorong pencapaian laba bersih Rp1,1 triliun pada kuartal ketiga 2019," katanya.

Menurut Yuddy Renaldi, tren pertumbuhan yang dicatatkan bank bjb ini tidak bisa dilepaskan dari strategi ekspansi yang sesuai dengan visi perseroan dalam menghasilkan pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan.

Kurva pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan ini tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) bank bjb di mana rasio NPL dapat dijaga pada level 1,75% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan sebesar 2,60%.

"Pertumbuhan yang diperoleh bank bjb kami jaga agar selalu berkualitas. Di sisi lain, kami juga mempertahankan kualitas pelayanan agar tetap prima sembari terus melakukan perbaikan-perbaikan dari segi infrastruktur teknologi maupun pelayanan guna merespons perkembangan zaman dan kebutuhan nasabah," tutur Yuddy.

Berbagai terobosan juga terus dilakukan perseroan, khususnya dalam memberikan pengalaman yang lebih mudah dan cepat dalam bertransaksi. Perbaikan fasilitas pada layanan bjb Digi terus dilakukan.

Selain itu, bank bjb senantiasa mendorong agar pemerintah daerah mewujudkan gagasan konsep smart city melalui berbagai kerja sama elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah.

Diwujudkan antara lain melalui perluasan penggunaan aplikasi SP2D Online dan pengembangan layanan penerimaan bagi pemerintah daerah seperti pajak, retribusi dan lain-lain.

Selain itu, momentum penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia saat ini juga mencerminkan prakiraan inflasi yang terkendali serta kondisi likuiditas yang melonggar, sehingga akan membantu perbankan dalam penghematan biaya dana.

"Berbagai peningkatan kualitas layanan bank bjb kami harapkan dapat memberikan pengalaman bagi nasabah dan mitra yang kemudian akan mendorong pertumbuhan bisnis. Peningkatan layanan diharapkan menjadi fondasi bank bjb untuk mencapai visi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia," imbuh Yuddy.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank bjb Siapkan Ekspansi...
Bank bjb Siapkan Ekspansi Bisnis dengan Tingkatkan Pertumbuhan Kredit
bank bjb Serahkan Hadiah...
bank bjb Serahkan Hadiah Penghargaan Nasabah Setia Kredit Konsumer 2021
RUPSLB Bank BJB Dorong...
RUPSLB Bank BJB Dorong Pertumbuhan Kredit di Segmen Komersial dan UMKM
Teknologi Digital bank...
Teknologi Digital bank bjb Makin Cihuy, Ajukan Kredit Cukup dari Ponsel
Pembobol Dana Nasahah...
Pembobol Dana Nasahah Bank BJB Ditangkap
Dukung UMKM Nasional,...
Dukung UMKM Nasional, bank bjb Salurkan Kredit Mesra di Medan
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
4 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
4 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
6 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
6 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
7 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
8 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved