Sri Mulyani Sebut Defisit Transaksi Hambat Pertumbuhan Ekonomi RI

Kamis, 31 Oktober 2019 - 12:12 WIB
Sri Mulyani Sebut Defisit...
Sri Mulyani Sebut Defisit Transaksi Hambat Pertumbuhan Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kondisi Current Account Deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan dalam Neraca Pembayaran Indonesia menjadi salah satu penghambat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Lantaran itu dia menekankan, CAD harus segera diselesaikan lewat penguatan industrialiasi, ditambah membuat perizinan jadi lebih simpel

"Kemarin ratas kabinet dilakukan presentasi untuk berikan jangkar. Menko menjelaskan bahwa iklim investasi dipengaruhi untuk CAD dan Neraca Dagang. CAD memang jadi faktor yang menghalangi ekonomi tumbuh tinggi dan berkelanjutan," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam acara CEO Networking 2019 di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Sambung dia menambahkan, langkah untuk mengatasinya lewat penguatan investasi, ditambah industrialisasi yakni dengan memangkas perizinan yang menghambat. "Sehingga jauh lebih simpel, dan mendukung industri dan berbagai instrumen yang akan dievaluasi," jelasnya.

Mantan Direktur Bank Dunia itu pun menegaskan agar dunia usaha harus mengimbangi dengan harapan dan optimisme. Hal ini dilakukan agar ekonomi bisa berkontribusi dari seluruh sektor. "Arahan Jokowi untuk memberikan akselerasi. Saya pengin delivery, dalam pidato seperti ini kita kirim pesan, tidak hanya sent tapi delivered," ungkapnya.

Pemerintah ditegaskan bakal fokus untuk mendorong perbaikan CAD dengan mendorong sektor pariwisata. Selain juga, mendorong berbagai kebijakan ekonomi yang telah menjadi perhatian pemerintah, termasuk dari sisi kebijakan fiskal misalnya lewat pemberian tax holiday.

"Pemberian tax holiday untuk khususnya untuk industri piroritas, terutama manufaktur dan juga mendorong hilirisasi untuk menciptkan value added dan untuk industri subtstusi impor," papar Sri Mulyani.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI: Neraca Pembayaran...
BI: Neraca Pembayaran RI Minus 0,4 Miliar Dolar AS
Habis Defisit, Neraca...
Habis Defisit, Neraca Pembayaran RI Mulai 'Untung' Besar
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Harga Batu Bara Acuan...
Harga Batu Bara Acuan Periode II Juli Naik Lagi, Kini Jadi USD131,85 per Ton
15 menit yang lalu
MNC Sekuritas dan Politeknik...
MNC Sekuritas dan Politeknik Negeri Jakarta Bekali Keterampilan Mengelola Keuangan untuk Pelajar SMA YPHB Bogor
49 menit yang lalu
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
2 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
2 jam yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
3 jam yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved