Rupiah Berakhir Variatif, Pounds Sentuh Level Terbaik Satu Bulan
Kamis, 31 Oktober 2019 - 17:39 WIB
Rupiah Berakhir Variatif, Pounds Sentuh Level Terbaik Satu Bulan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (31/10/2019) ditutup variatif setelah dalam sesi sebelumnya sempat menanjak naik untuk memberikan sinyal perbaikan. Penyusutan kurs rupiah di akhir sesi menjelang akhir pekan mengiringi laju Poundsterling yang bangkit ke posisi terbaiknya dalam satu bulan.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah menyusut menjadi Rp14.035/USD pada sedikit lebih rendah dari sebelumnya Rp14.030/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp13.980 hingga Rp14.039/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga merosot cukup dalam menjadi Rp14.042/USD dibandingkan sesi penutupan Rabu kemarin, Rp14.030/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.001-Rp14.045/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore justru menjaga tren positif untuk berada pada level Rp14.035/USD. Raihan tersebut membaik dari sebelumnya Rp14.057/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah masih tertahan pada zona hijau di posisi Rp14.008/USD untuk menjadi sinyal kebangkitan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah menanjak usai kemarin Rp14.044/USD.
Di sisi lain Pounds pada perdagangan Kamis, mencetak kenaikan bulanan terbesar dalam lebih dari satu dekade sebagai kombinasi dari pelemahan dolar AS (USD) dan risiko Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan telah memicu permintaan.
Terhadap greenback, Pounds naik 0,3% menjadi 1,2941 dan menutup dalam lima bulan tertinggi di atas 1,30 minggu lalu. Ketika menghadapi Euro, Pound juga telah memperoleh tambahan sebesar 0,2%. Pound tercatat telah menguat lebih dari 5% terhadap dolar sepanjang bulan ini, untuk menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2009, menurut data Refinitiv.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah menyusut menjadi Rp14.035/USD pada sedikit lebih rendah dari sebelumnya Rp14.030/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp13.980 hingga Rp14.039/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga merosot cukup dalam menjadi Rp14.042/USD dibandingkan sesi penutupan Rabu kemarin, Rp14.030/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.001-Rp14.045/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore justru menjaga tren positif untuk berada pada level Rp14.035/USD. Raihan tersebut membaik dari sebelumnya Rp14.057/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah masih tertahan pada zona hijau di posisi Rp14.008/USD untuk menjadi sinyal kebangkitan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah menanjak usai kemarin Rp14.044/USD.
Di sisi lain Pounds pada perdagangan Kamis, mencetak kenaikan bulanan terbesar dalam lebih dari satu dekade sebagai kombinasi dari pelemahan dolar AS (USD) dan risiko Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan telah memicu permintaan.
Terhadap greenback, Pounds naik 0,3% menjadi 1,2941 dan menutup dalam lima bulan tertinggi di atas 1,30 minggu lalu. Ketika menghadapi Euro, Pound juga telah memperoleh tambahan sebesar 0,2%. Pound tercatat telah menguat lebih dari 5% terhadap dolar sepanjang bulan ini, untuk menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2009, menurut data Refinitiv.
(akr)