Rupiah Dibuka Merosot Saat Dolar AS Juga Jatuh Dekati Level Terendah
Jum'at, 01 November 2019 - 10:19 WIB
Rupiah Dibuka Merosot Saat Dolar AS Juga Jatuh Dekati Level Terendah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Jumat (1/11/2019) dibuka merosot cukup dalam, untuk menutup peluang perbaikan setelah kemarin berakhir mixed. Penyusutan mata uang Garuda setelah gagal memanfaatkan posisi dolar AS yang juga tertekan mendekati level terendah dalam tiga pekan.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini menyusut ke posisi Rp14.066/USD untuk kembali mendapatkan tekanan. Rupiah memperlihatkan masih rentan terhadap faktor eksternal usai jatuh dibandingkan kemarin Rp14.008/USD.
Sementara posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga ikut merosot ke level Rp14.060/USD untuk memperlihatkan masih fluktuatif dibandingkan dari sesi penutupan Kamis, kemarin Rp14.042/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.053 hingga Rp14.071/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi masih tak berdaya pada level Rp14.055/USD atau loyo dari sebelumnya Rp14.035/USD. Rupiah memperlihatkan masih rendah terhadap faktor eksternal yang masih penuh ketidakpastian.
Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance hari ini terlihat anjlok jadi Rp14.053/USD. Raihan tersebut tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.035/USD lewat pergerakan harian Rp14.003-Rp14.060/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar AS diperdagangkan dekati level terendah tiga minggu versus Yen Jepang pada perdagangan hari Jumat. Hal ini sebelum laporan Ketenagakerjaan AS yang diperkirakan bakal melambat dalam menciptakan lapangan kerja, ketika kesehatan ekonomi terbesar di dunia itu masih menjadi sorotan.
Dolar berdiri di posisi 108,02 versus Yen pada hari Jumat, mendekati posisi terburuk dalam tiga pekan yakni 107,92. Tekanan datang dari keraguan baru tentang upaya untuk menyelesaikan perang Dagang AS-China hingga mengerus greenback dan mendorong pasar saham global lebih rendah. Indeks dolar terhadap enam mata uang utama sedikit turun ke level 97,296 menuju pelemahan 0,55% secara mingguan.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini menyusut ke posisi Rp14.066/USD untuk kembali mendapatkan tekanan. Rupiah memperlihatkan masih rentan terhadap faktor eksternal usai jatuh dibandingkan kemarin Rp14.008/USD.
Sementara posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga ikut merosot ke level Rp14.060/USD untuk memperlihatkan masih fluktuatif dibandingkan dari sesi penutupan Kamis, kemarin Rp14.042/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.053 hingga Rp14.071/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi masih tak berdaya pada level Rp14.055/USD atau loyo dari sebelumnya Rp14.035/USD. Rupiah memperlihatkan masih rendah terhadap faktor eksternal yang masih penuh ketidakpastian.
Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance hari ini terlihat anjlok jadi Rp14.053/USD. Raihan tersebut tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.035/USD lewat pergerakan harian Rp14.003-Rp14.060/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar AS diperdagangkan dekati level terendah tiga minggu versus Yen Jepang pada perdagangan hari Jumat. Hal ini sebelum laporan Ketenagakerjaan AS yang diperkirakan bakal melambat dalam menciptakan lapangan kerja, ketika kesehatan ekonomi terbesar di dunia itu masih menjadi sorotan.
Dolar berdiri di posisi 108,02 versus Yen pada hari Jumat, mendekati posisi terburuk dalam tiga pekan yakni 107,92. Tekanan datang dari keraguan baru tentang upaya untuk menyelesaikan perang Dagang AS-China hingga mengerus greenback dan mendorong pasar saham global lebih rendah. Indeks dolar terhadap enam mata uang utama sedikit turun ke level 97,296 menuju pelemahan 0,55% secara mingguan.
(akr)