Sri Mulyani Pastikan Defisit Anggaran Melebar Menjadi 2,2%

Sabtu, 02 November 2019 - 19:03 WIB
Sri Mulyani Pastikan...
Sri Mulyani Pastikan Defisit Anggaran Melebar Menjadi 2,2%
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memastikan defisit anggaran tahun ini akan melebar menjadi 2%-2,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini melebar dari target di APBN 2019 sebesar 1,87% dan outlook 1,93%.

Sri Mulyani mengatakan pelebaran defisit anggaran ini karena target penerimaan negara kembali tidak tercapai pada tahun ini.

Target penerimaan negara tahun ini sebesar Rp2.165,1 triliun. Target penerimaan itu terdiri dari penerimaan perpajakan (Pajak dan Bea Cukai) Rp1.786,4 triliun, PNBP Rp378,3 triliun dan Hibah Rp400 miliar.

Kembali melesetnya target penerimaan negara, kata Sri Mulyani, karena shortfall yang besar dari penerimaan pajak. Hingga Agustus lalu, penerimaan negara dari pajak baru mencapai Rp920,2 triliun atau 50,78% dari target APBN sebesar Rp1.577,56 triliun.

Apakah karena target ketinggian? Sri Mulyani menjelaskan bahwa target penerimaan negara yang ditetapkan pemerintah sangat realistis. Sebab, saat target disusun, pemerintah tidak memprediksi bahwa kondisi perekonomian akan seperti ini.

"Di dalam kita menetapkan target ada basis dari perhitungannya dan kemudian kita diskusikan dengan DPR, sehingga kita kita bisa menetapkan target tersebut. Bukan hanya dari sisi pure ekonomi tapi juga dari suatu proses politik yang dilakukan bersama-sama," ujar Sri Mulyani di Kemenkeu, Sabtu (2/11/2019).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa kondisi perekonomian global yang menekan saat ini, maka pemerintah juga melihat bagaimana untuk penyusunan tahun berikutnya.

"Kedua kondisi ekonomi bisa saja berubah seperti yang terjadi tahun 2019 ini, dimana akselerasi dari perlambatan global mempengaruhi ekonomi dalam negeri, sehingga kalau kita lihat dari berbagai asumsi harga komoditas, minyak, itu juga berubah secara dinamis. Sehingga memang di dalam memperkirakan, kita akan selalu dihadapkan pada kondisi ketidakpastian ini," tambahnya.

Namun, ia menekankan saat ini yang paling penting adalah fungsi dari APBN sendiri untuk menjaga ekonomi agar tetap suistainable. Selain itu, akan tetap berupaya untuk mengumpulkan penerimaan paling tidak mendekati dari target APBN saat ini.

"Itu yang paling penting, karena dari sisi angka, terutama dari sisi penerimaan, itu enggak akan mungkin terjadi akurasi karena ekonomi bergerak. Namun kita juga akan terus mencoba mendekati apa yang sudah ditargetkan," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penerimaan Pajak Februari...
Penerimaan Pajak Februari 2025 Anjlok 30,2%, Hanya Terkumpul Rp187,8 Triliun
Sri Mulyani Sebut Potensi...
Sri Mulyani Sebut Potensi Penerimaan Perpajakan Capai Rp2.309,9 Triliun di 2024
Sri Mulyani Memohon...
Sri Mulyani Memohon Penurunan Penerimaan Pajak Tak Didramatisir
Cari Duit Rp2.802 Triliun...
Cari Duit Rp2.802 Triliun di 2024, Sri Mulyani Tegaskan Tak Akan Usik Dunia Usaha
Realisasi Penerimaan...
Realisasi Penerimaan Pajak Capai Rp149,25 Triliun per Januari 2024
Wah Kacau! Juli 2020...
Wah Kacau! Juli 2020 Ini, Penerimaan Pajak Anjlok 14,7%
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
4 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved