IHSG Diprediksi Masih Terkoreksi, Cermati 7 Saham Ini
Selasa, 05 November 2019 - 08:16 WIB
IHSG Diprediksi Masih Terkoreksi, Cermati 7 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diramalkan melanjutkan pelemahan. Senin kemarin, IHSG ditutup terkoreksi alias melemah 26,85 poin atau 0,43% ke level 6.180,34.
Analis dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD telah membentuk area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.
"IHSG hari ini terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan sehingga berpeluang menuju ke level support," ujar Nafan Aji di Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. ADHI
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 1215-1240, dengan target harga secara bertahap di level 1270, 1325, 1550, 1775 dan 2000. Support: 1205 dan 1100.
2. ANTM
Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 810-840, dengan target harga secara bertahap di level 855, 915, 1075 dan 1235. Support: 790 dan 755.
3. ASRI
Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada level 260-264, dengan target harga secara bertahap di level 276 dan 294. Support: 250 dan 240.
4. INDF
Terlihat pola bearish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. "Partial sell" pada area level level 7800-7850, dengan target harga di level 7525. Resistance: 8050.
5. JSMR
Terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 5200-5300, dengan target harga secara bertahap di level level 5625, 5850, 6025 dan 6750. Support: 4950.
6. PGAS
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 1890-1980, dengan target harga secara bertahap di level 2020, 2085, 2170, 2370 dan 2565. Support: 1870 dan 1775.
7. TINS
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 800-830, dengan target harga secara bertahap di level 895, 960 dan 1190. Support: 800 dan 750.
Analis dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD telah membentuk area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.
"IHSG hari ini terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan sehingga berpeluang menuju ke level support," ujar Nafan Aji di Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
1. ADHI
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 1215-1240, dengan target harga secara bertahap di level 1270, 1325, 1550, 1775 dan 2000. Support: 1205 dan 1100.
2. ANTM
Terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 810-840, dengan target harga secara bertahap di level 855, 915, 1075 dan 1235. Support: 790 dan 755.
3. ASRI
Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada level 260-264, dengan target harga secara bertahap di level 276 dan 294. Support: 250 dan 240.
4. INDF
Terlihat pola bearish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham. "Partial sell" pada area level level 7800-7850, dengan target harga di level 7525. Resistance: 8050.
5. JSMR
Terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. "Akumulasi beli" pada area level 5200-5300, dengan target harga secara bertahap di level level 5625, 5850, 6025 dan 6750. Support: 4950.
6. PGAS
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 1890-1980, dengan target harga secara bertahap di level 2020, 2085, 2170, 2370 dan 2565. Support: 1870 dan 1775.
7. TINS
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 800-830, dengan target harga secara bertahap di level 895, 960 dan 1190. Support: 800 dan 750.
(ven)
Lihat Juga :