Pacari Bawahan, CEO McDonald’s Dipecat

Selasa, 05 November 2019 - 05:40 WIB
Pacari Bawahan, CEO...
Pacari Bawahan, CEO McDonald’s Dipecat
A A A
NEW YORK - Setelah jatuh tertimpa tangga pula. Nasib inilah yang dialami Steve Easterbrook, CEO dan Presiden McDonald’s. Tak lama dicerai istrinya, Susie, warga Inggris itu terpaksa harus meninggalkan perusahaan yang dipimpinnya. Nasib nahas itu terjadi karena dia dituduh menjalin hubungan asmara dengan karyawati McDonald’s selama beberapa waktu.

Keputusan tersebut menunjukkan McDonald’s benar-benar menegakkan etika perusahaan tanpa pandang bulu. Padahal, selama ini di bawah kepemimpinan Easterbrook, salah satu perusahaan makanan cepat saji terbesar di dunia tersebut sukses melakukan berbagai inovasi dan meraup keuntungan. “Easterbrook mengeluarkan keputusan yang buruk di dalam hidupnya, termasuk belakangan ini memiliki hubungan konsensual dengan karyawati McDonald’s.

Dia telah dipecat dari perusahaan. Posisinya sebagai CEO dan presiden akan secepatnya digantikan Chris Kempczinski,” ungkap McDonald’s seperti dikutip CNN.

Dalam surat elektronik yang dikirim terhadap karyawan McDonald’s, Easterbrook mengaku menyesal memacari karyawati Mcdonald’s. Alumni St Chad College Universitas Durham itu sadar telah melanggar peraturan perusahaan dan membuat kesalahan.

Dia juga mengaku menerima keputusan ini dengan lapang dada. “Saya berharap kalian akan dapat menghormati keinginan saya untuk mencari privasi. Saya senang selama menjadi CEO McDonald’s,” ujar Easterbrook.

Sebagai informasi, di bawah kepemimpinan Easterbrook, McDonald’s dilengkapi papan menu digital dan menggunakan jasa kecerdasan buatan (AI). Easterbrook juga memusatkan bisnis pada produk-produk andalan McDonald’s dengan menghapus craft sandwiches dan night meals sehingga lebih efisien. Meski sulit, inisiatif itu berhasil. McDonald’s juga menjual fresh beef ketika perusahaan makanan dan minuman yang lain mencoba makanan berbahan non-daging.

Secara keseluruhan penjualan McDonald’s tumbuh di setiap tahun. Sahamnya bahkan naik dua kali lipat sejak 2015, meski investor kecewa karena perusahaan tidak berhasil mencapai target pada kuartal ketiga (Q3). Selisih keuntungan juga naik dari 13,62% menjadi 25% dalam setahun. Penjualannya juga naik 5,7% pada 2016.

Easterbrook bekerja di McDonald’s sejak 1993. Saat itu dia menjabat sebagai manajer McDonald’s cabang London, Inggris. Pada 2011, dia sempat keluar dan pindah menuju PizzaExpress dan Wagamama. Namun, dua tahun kemudian dia kembali bekerja di McDonald dan diangkat menjadi CEO dan presiden pada 2015.

Sejak pindah ke McDonald’s Pendapatan Easterbrook juga naik menjadi USD16 juta per tahun, bahkan nilai tertingginya sempat menyentuh USD21,8 juta, termasuk insentif senilai USD9,1 juta pada 2017. Saat itu bisnis dan saham McDonald’s sedang mencapai puncak. Tahun lalu dia menerima gaji sekitar USD15,9 juta.

Pengganti Easterbrook, Kempczinski, diyakini dapat menjadi pemimpin terbaik untuk melanjutkan suksesi perusahaan. Kempczinski bekerja di McDonald’s sejak 2015. Kempczinski, yang sebelumnya menjabat sebagai presiden McDonald’s AS, mengaku bersemangat menghadapi tantangan baru yang ditawarkan Dewan Direksi. Dia mengaku siap membawa McDonald’s menuju sukses. Easterbrook juga menggambarkan Kempczinski sebagai orang paling ideal untuk posisi tinggi itu.

Chairman McDonald’s, Enrique Hernandez, juga menilai Kempczinski merupakan orang penting yang membantu mengembangkan rencana strategis dan mengawasi transformasi paling komprehensif di sepanjang sejarah McDonald’s. Selain itu, dia dikenal sebagai “guru” yang penyabar dalam mengajari karyawan. ”Saya tidak akan melakukan perubahan yang radikal, tapi lebih kepada strategi yang disesuaikan dengan analisis data. Secara umum, saya akan melanjutkan rencana Easterbrook,” ujar Kempczinski. “Saya juga ingin melanjutkan kemitraan dengan berbagai franchise untuk meningkatkan penjualan di AS. Ini sangat penting.” (Muh Shamil)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berkat Transformasi,...
Berkat Transformasi, M. Fankar Umran Dinobatkan sebagai CEO of the Year 2025
Selamat! Raih Predikat...
Selamat! Raih Predikat CEO Terbaik 2020, SDM & Brand jadi Jurus Sukses CEO Sasa Inti Rudolf Tjandra
Kampanye Video untuk...
Kampanye Video untuk Selalu Manjadi Kuat di Tengah Situasi Sulit
CEO Nvidia Akui Kehebatan...
CEO Nvidia Akui Kehebatan Huawei: Sanksi AS Kurang Tepat, Mereka Kuasai Pasar!
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Karantina Mandiri Selama...
Karantina Mandiri Selama Seminggu, Baim Wong Bagikan Tips Tetap Produktif!
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
6 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
6 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
7 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
7 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
8 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
8 jam yang lalu
Infografis
Shin Tae-yong Dipecat...
Shin Tae-yong Dipecat dari Kursi Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved