75.485 Orang di Sulawesi Utara Masih Menganggur

Rabu, 06 November 2019 - 00:36 WIB
75.485 Orang di Sulawesi...
75.485 Orang di Sulawesi Utara Masih Menganggur
A A A
MANADO - Pengangguran di Sulawesi Utara (Sulut) terbilang masih cukup tinggi. Ada sekira 75.485 orang yang tidak bekerja atau masih menganggur.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2019, penduduk usia kerja di Sulawesi Utara sebanyak 1.889.855 orang. Dari angka tersebut, 1.207.006 orang merupakan angkatan kerja dan 1.131.521 orang yang kategorinya bekerja.

"Sementara 75.485 orang atau 6,25% merupakan pengangguran, atau kategorinya tidak bekerja. Angka ini turun 0,61 poin dalam setahun terakhir," ujar Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Ateng Hartono di Manado, Selasa (5/11/2019).

Ateng menjelaskan, angka pengangguran di perkotaan tercatat lebih tinggi dibanding di pedesaan. Namun bila dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, pada Agustus 2018, angka pengangguran di perkotaan maupun di pedesaan mengalami penurunan.

"Hal ini kemungkinan didorong oleh adanya fenomena siklus 3 tahunan panen raya cengkih pada bulan Agustus 2019 yang banyak menyerap tenaga kerja terutama di sentra-sentra cengkih Sulawesi Utara," katanya.

Kota Manado tercatat sebagai daerah yang memiliki pengangguran terbesar di Sulut. Tak kurang dari 21.928 orang di Manado, masih berstatus sebagai pengangguran. Kemudian diikuti Kota Bitung sebanyak 9.937 orang, Tomohon 4.048 orang dan Kotamobagu 3.544 orang pengangguran.

Sementara jika dilihat dari tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, pengangguran tertinggi adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tertinggi kedua adalah Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMA dan SMK.

Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dilihat dari TPT SD ke bawah terendah diantara semua tingkat pendidikan.

"Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, tingkat pengangguran terdidik (menengah ke atas) kelompok SMA dan SMK mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,77 poin dan 1,67 poin. Kelompok perguruan tinggi justru mengalami kenaikan 2,40 poin," pungkas Ateng.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angka Kemiskinan dan...
Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Natuna Naik, Ini Penyebabnya
Jumlah Pengangguran...
Jumlah Pengangguran di Indonesia Tembus 7,47 Juta Orang
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Angka Pengangguran di...
Angka Pengangguran di Sulsel Turun 0,59 Persen
Pengangguran Meningkat...
Pengangguran Meningkat Jadi 9,77 Juta Orang Akibat Pandemi, BPS Kasih Rinciannya
Angka Pengangguran di...
Angka Pengangguran di Indonesia Capai 7,86 Juta Orang, BPS: Masih Tinggi
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
1 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
2 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
2 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
3 jam yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
3 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved