Baja RI Kena Bea Masuk, Luhut Sampaikan Keberatan ke Presiden China

Rabu, 06 November 2019 - 09:10 WIB
Baja RI Kena Bea Masuk,...
Baja RI Kena Bea Masuk, Luhut Sampaikan Keberatan ke Presiden China
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengaku keberatan atas bea masuk produk baja Indonesia ke China. Hal itu diungkapkan saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada pembukaan China International Import Expo (CIIE) di Shanghai yang digelar 5-10 November 2019.

Pada acara tersebut Presiden Xi mengunjungi Paviliun Indonesia dan berdialog dengan Menko Luhut. Pada pertemuan singkat sekitar tujuh menit itu, Luhut menyampaikan kondisi terkini ekspor dari Indonesia. "Tentu saya sampaikan juga meminta keringanan atau penghapusan kebijakan pemerintah China yang menerapkan tarif masuk untuk impor produk baja dari Indonesia. Presiden Xi mengatakan akan memperhatikan dan mempertimbangkan,” ujar Luhut dalam keterangannya, Selasa (5/11/2019).

Dengan jumlah penduduk 1,4 miliar, China merupakan pasar yang besar dan Indonesia berharap dapat meningkatkan ekspornya. Luhut menyebut buah-buahan tropis seperti nanas, lalu sarang burung, dan kelapa sawit masih bisa ditingkatkan ekspornya.

"Lalu ada olahan-olahan produk hilirisasi seperti nickel ore tembaga, timah, bauksit dan banyak lagi. Presiden Xi tadi juga berjanji untuk meningkatkan investasi negaranya di bidang teknologi,” tuturnya.

Di lain pihak menurut Menko Luhut, pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai perbaikan di bidang regulasi dan memberi kepastian untuk memudahkan para investor dalam proses investasi.

"Pameran ini bertujuan menarik komunitas bisnis dan investasi internasional di tengah perang dagang negara tersebut dengan Amerika Serikat (AS) yang telah memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia," katanya.

Sementara itu, Menko Luhut juga menyempatkan melakukan pertemuan makan siang dengan beberapa pebisnis AS dan China. Pengusaha asal AS yang menjadi pemasok baja ke AS dari Indonesia, menyampaikan permasalahan mereka yaitu produk baja yang mereka pasok terkena kebijakan tarif masuk sebesar 25%.

“Besok dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan Wilbur Ross, saya akan sampaikan hal ini dan minta kebijakan AS untuk memberi keringanan,” janji Menko Luhut.

Menko Luhut mengatakan bahwa kebijakan ini cukup memberatkan karena produk ini diproduksi di daerah terpencil, sehingga masyarakat kecil yang bekerja di sana yang akan merasakan dampaknya.

“Hanya Jepang, Korea Selatan dan Turki mendapat pengecualian tarif masuk ini. Kita kan negara berkembang tentu ini menyulitkan bagi Indonesia,” pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Redam Impor Plat Baja...
Redam Impor Plat Baja China, Bos Krakatau Steel Minta Perlindungan ke Sri Mulyani
Mengingatkan Kembali...
Mengingatkan Kembali Ancaman Impor Baja Murah China
Praktik Impor Baja Ilegal...
Praktik Impor Baja Ilegal ke Indonesia Terkuak, Sumbernya dari China
Indonesia Berhasil Kurangi...
Indonesia Berhasil Kurangi Impor Baja China
Berlaku Mulai Besok,...
Berlaku Mulai Besok, KRAS Sambut Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Produk Baja Asal China
Kabar Baik, Baja Nirkarat...
Kabar Baik, Baja Nirkarat Indonesia Bebas dari Anti-Dumping Turki
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
56 menit yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
1 jam yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
2 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
5 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
5 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
6 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved