Mothercare Tutup Semua Toko, 2.500 Pekerjaan Inggris Terancam PHK

Rabu, 06 November 2019 - 18:01 WIB
Mothercare Tutup Semua...
Mothercare Tutup Semua Toko, 2.500 Pekerjaan Inggris Terancam PHK
A A A
WATFORD - Perusahaan ritel asal Inggris Raya yang bergerak di produk-produk ibu hamil dan perlengkapan anak-anak hingga balita, Mothercare telah mengajukan perlindungan untuk kebangkrutan. Langkah ini membuat 2.500 pekerjaan di Inggris beresiko mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah akuntan publik dari PwC menerangkan, Mothercare berencana melakukan penutupan secara bertahap semua toko di Inggris yang berjumlah hingga 79.

Seperti dilansir BBC, PwC menambahkan bahwa perusahaan asal Inggris itu telah mengalami kerugian dalam beberapa tahun terakhir, akan tetapi secara waralaba internasional terus mencetak keuntungan. Pada awal pekan kemarin, perusahaan yang menjual peralatan bayi itu mengatakan tidak mampu mencetak keuntungan dan telah gagal menggaet konsumen.

Administrator Zelf Hussain mengatakan, 'ini adalah saat yang menyedihkan, seperti yang kita tahu mereka sangat terkenal. Ditambahkan olehnya bahwa Mothercare telah berjuang keras untuk keluar dari tekanan dari peningkatan biaya dan perubahan perilaku konsumen.

"Dengan penyesalan yang sangat dalam, kita harus menutup bertahap semua toko (Mothercare) di Inggris. Fokus kami saat ini yakni membantu karyawan dan menjaga operasional toko selama mungkin," ujar Hussain.

Bergerak

Chairman Mothercare Clive Whiley mengatakan ada penyesalan mendalam dan kesedihan bahwa kita tidak mampu menghindari masalah administrasi Mothercare dan bahwa dewan sepenuhnya memahami dampak yang signifikan pada pekerja Inggris, kolega dan mitra bisnis yang kena dampaknya,".

"Namun, dewan menyimpulkan bahwa tetap melayani kepentingan yang lebih luas untuk memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi perusahaan, termasuk kolega global yang lebih luas, dana pensiun, pemberi pinjaman dan pemangku kepentingan lainnya," tambahnya.

Mothercare mengatakan tengah dalam pembicaraan terus atas kemungkinan toko konsesi Inggris dan tentang penggunaan merek untuk menjual barang secara online. Ia mengatakan akan memindahkan skema ke bisnis internasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prospek Ekonomi Cerah,...
Prospek Ekonomi Cerah, Raksasa Supermarket Australia Gabung ke Crown Group
Pandemi Usai, Alfamidi...
Pandemi Usai, Alfamidi Siapkan Rp1,6 Triliun untuk Bangun Gerai
Punya 97 Gerai, Begini...
Punya 97 Gerai, Begini Trik Ritel Fesyen Kalangan Bawah Menghadapi para Raksasa
Pemilu 2024 Tak Berdampak...
Pemilu 2024 Tak Berdampak Signifikan ke Pasar Ritel Modern, Apa Sebabnya?
Centro Pailit, APPBI:...
Centro Pailit, APPBI: Pertumbuhan Ekonomi Masih Sebatas Mengurangi 'Minus'
K3Mart Raih Penghargaan...
K3Mart Raih Penghargaan Best Leading Retail Innovation of the Year
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
10 menit yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
43 menit yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
1 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
2 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
2 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved