BI Akui Kondisi Global Tekan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 07 November 2019 - 14:12 WIB
BI Akui Kondisi Global...
BI Akui Kondisi Global Tekan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membeberkan kondisi perekonomian nasional yang saat ini masih dalam kondisi yang tidak stabil. Hal itu diungkapkan dalam acara Workshop on Accelerating Infrastructure Development yang di gelar di Kawasan Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi menjelaskan, kondisi ekonomi global saat ini tengah tidak menentu dan bakal berlanjut. Hal itu disebabkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Serta kondisi geopolitik yang terjadi di beberapa negara Eropa.

"Kita sama-sama tahu, kondisi saat ini kita lihat dari sisi global ada perang dagang yang rasanya akan berkelanjutan, AS-China yang merambah ke Eropa, Jepang dan geopolitik menyebabkan perekonomian di berbagai negara terimbas signifikan," ujar Rosmaya di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Dia pun melanjutkan mengenai data pertumbuhan ekonomi kuartal III/2019 yang hanya 5,02%. Hal ini menunjukkan ketidakpastian global berpengaruh pada kinerja perdagangan. Hal itulah yang menekan ekspor Indonesia dan membuat neraca dagang mengalami defisit.

"Saya kembali melihat sesuatu yang harus disikapi dengan seksama. Jelas bahwa dengan lemahnya kondisi ekspor, kita sama-sama tahu bahwa ekspor di kuartal III ini ada perkembangan ekspor nikel, dimana secara khusus kita lihat harga nikel meningkat. Saya rasa ini karena antisipasi larangan ekspor, bukan cerminan permintaan riil. Jadi kita harus waspada," jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, harus ada upaya mengatasi kinerja manufaktur yang melemah di tengah transformasi ekonomi yang sedang dilakukan pemerintah. "Kita lihat lemahnya kinerja sektor manufaktur di tengah sejumlah transformasi yang dilakukan pemerintah, dan ini akan menjadi perhatian kami karena berdampak terhadap investasi dan konsumsi terbatas," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
Penuh Gejolak, Perry...
Penuh Gejolak, Perry Warjiyo Ramal Ekonomi Global 2023 Hanya Tumbuh 2,7%
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Global, BI Tahan Suku Bunga Acuan Tetap 4%
Negara-negara Ini Paling...
Negara-negara Ini Paling Tahan Terhadap Perang Dagang, RI Termasuk!
Gubernur BI Peringatkan...
Gubernur BI Peringatkan Dunia Tak Baik-baik Saja, Dihantui 3 Tantangan Besar
OECD Pangkas Ekonomi...
OECD Pangkas Ekonomi Global Jadi 2,9% di 2025, Indonesia Tak Sampai 5%
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
1 jam yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
1 jam yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
2 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
4 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved