Skema Pembiayaan KPBU Belum Optimal di Proyek Infrastruktur Daerah

Kamis, 07 November 2019 - 18:48 WIB
Skema Pembiayaan KPBU...
Skema Pembiayaan KPBU Belum Optimal di Proyek Infrastruktur Daerah
A A A
JAKARTA - Skema pembiayaan infrastruktur melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dinilai belum optimal, terutama di daerah. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi menjelaskan, alasannya dikarenakan kurangnya pemahaman pemerintah daerah (Pemda) terhadap skema KPBU ini.

Padahal skema pembiayaan ini menurutnya bisa menjadi jalan keluar untuk mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Implementasi skema KPBU yang belum sepenuhnya optimal digunakan pada proyek infrastruktur di daerah," ujar Rosmaya di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Sambung dia menekankan, skema KPBU ini penting untuk proyek-proyek infrastruktur daerah. Pasalnya seperti diketahui proyek infrastruktur daerah kurang menarik bagi swasta karena perlu investasi besar sedangkan keuntungan yang didapat rendah.

"Kami melihat masih perlunya peningkatan pemahaman terhadap skema KPBU yang dapat mengatasi keterbatasan APBD ini. Terutama merealisasikan pembangunan infrastruktur yang tingkat pengembaliannya di bawah tingkat rate komersial," katanya.

Menurutnya, kurangnya kompetensi sumber daya manusia (SDM) di daerah membuat proyek strategis daerah kurang maksimal. Pasalnya, suatu proyek harus dikerjakan oleh semua pihak dengan saling bersinergi bukan sendiri-sendiri.

"Misalnya ada sebuah projek yang sangat bagus dan potensial, kan harusnya semuanya kan harus bareng (mengerjakan). Kalau hanya dikerjakan oleh satu pihak yang hanya tahu soal SDM tapi tidak tau soal kualitas projek itu juga sulit," ucapnya.

BI terus menggandeng instansi-instansi daerah untuk memantapkan pemahaman tentang KPBU. Salah satunya dnegan menggelar Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah yang diadakan setiap tiga bulan. "BI akan terus menggandeng semua. Saya rasa ini adalah langkah yang baik untuk mengajak semua. Semua institusi pun sekarang sangat bersinergi dengan baik," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wujudkan Ekonomi 8 Persen...
Wujudkan Ekonomi 8 Persen lewat Pembiayaan Kreatif Infrastruktur
APBN Terbatas, Anak...
APBN Terbatas, Anak Buah Sri Mulyani Andalkan Sumber Pembiayaan Kreatif untuk Infrastruktur
Pecah Telor, Intip 2...
Pecah Telor, Intip 2 Proyek Hunian di IKN lewat Skema Pembiayaan Pemerintah-Swasta
ESG Bakal Jadi Landasan...
ESG Bakal Jadi Landasan Proyek Infrastruktur Pemerintah
Kurangi Beban APBN,...
Kurangi Beban APBN, Jokowi Terus Dorong Pembiayaan Proyek Model KPBU
Pembangunan Infrastruktur...
Pembangunan Infrastruktur Era Prabowo Butuh Uang 3 Kali Lipat dari Periode Jokowi
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
1 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
2 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
2 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
2 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved