Bisnis Hulu Migas Perlu Kembangkan Sistem Digitalisasi

Kamis, 14 November 2019 - 09:39 WIB
Bisnis Hulu Migas Perlu...
Bisnis Hulu Migas Perlu Kembangkan Sistem Digitalisasi
A A A
PALEMBANG - Satuan Kerja Khusus Aktivitas Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menekankan pentingnya perubahan menyeluruh aktivitas bisnis hulu migas ke sistem digitalisasi. Hal ini mendesak dilakukan untuk menjawab perkembangan dunia yang sangat pesat serta kebutuhan atas energi minyak dan gas yang semakin meningkat.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, industri hulu migas, perlu inovasi dalam cara mengeksplorasi hingga cara memproduksikannya. Penggunaan teknologi menjadi sebuah keharusan di kala kerumitan area operasi dan eksplorasi juga semakin menantang.

"Industri hulu migas membutuhkan sebuah transformasi tidak hanya di kegiatan inti hulu migas, tetapi juga di kegiatan penunjangnya, tidak terkecuali dalam facility management,” ujar Dwi saat membuka secara resmi kegiatan Facility Management Forum (FM Forum) 2019 bertemakan ‘FM Transformation in the Digital Era’ di hotel Santika Premiere Bandara, Palembang, Sumatera Selatan, kemarin.

Dwi mengaku prihatin atas aktivitas hulu migas berikut produksi minyak dan gas bumi yang terus mengalami penurunan. "Bendera setengah tiang. Kondisinya (produksi oil dan gas) kurang menyenangkan," tegas Dwi.

Dari ujung barat hingga timur Indonesia, lanjut Dwi, ada 128 cekungan atau wilayah yang berpotensi memiliki kandungan migas. Yang dikelola baru 54 cekungan, tidak sampai setengahnya. Bahkan dari 54 cekungan, baru 19 yang dalam status produksi.

"Makanya kita harus punya strong vision. Membangun mimpi agar bisa menemukan cadangan-cadangan (migas) besar. Untuk mewujudkan itu, tentu membutuhkan modal besar dan ini dimiliki oleh investor. Agar investor tertarik, cara kerja dan mainset kita harus dibenahi, termasuk transformasi digitalisasi," tukas Dwi.

Tak lupa Dwi mengimbau, jika para investor dan mitra kerja menemui kendala pengurusan perizinan di SKK Migas, agar tak segan melapor langsung ke dirinya. Apalagi, SKK migas selaku wakil negara dalam urusan migas harus bisa bekerja maksimal, terutama dalam memberikan pelayanan.

"Proses perizinan mesti lebih sederhana. Tidak lagi mengurus ke banyak deputi, termasuk revitalisasi perwakilan (SKK Migas) di daerah-daerah. Optimalisasi kinerja juga ditingkatkan. Termasuk akselerasi cadangan ke produksi dan lebih membangun komersialisasi guna mewujudkan 1 juta barel per day pada 2030," papar Dwi.

Sementara itu, acara FM Forum 2019 yang diselenggarakan oleh SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dihadiri sekitar 400 praktisi facility management dari berbagai sektor termasuk dari sektor industri hulu migas. Kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi industri hulu minyak dan gas bumi Indonesia dalam mengembangkan kompetensi para profesional di bidang FM untuk menghadapi tantangan bisnis terkini.

Sekretaris SKK Migas selaku Pelindung Panitia FM Forum 2019 Murdo Gantoro sangat gembira dapat menyelenggarakan FM Forum 2019 yang ke empat kalinya tahun ini. "Ajang ini menjadi tempat berkumpulnya para manager dan eksekutif dari berbagai perusahaan serta wadah berdiskusi para praktisi GA dan FM dalam bekerja sama dan menambah pengetahuan, menemukan solusi-solusi baru, serta menghasilkan dan mempertahankan lingkungan kerja yang sehat serta membahas isu-isu dalam pengelolaan FM," papar Murdo. (Hendri Irawan)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
SKK Migas Dorong Peningkatan...
SKK Migas Dorong Peningkatan Efek Berganda Hulu Migas Bagi Ekonomi Daerah
Investor Hulu Migas...
Investor Hulu Migas Asal Kanada Hengkang dari RI, Ini Alasannya
Reformasi Perizinan...
Reformasi Perizinan dan Efisiensi Rantai Suplai Jadi Fokus SKK Migas di 2026
SKK Migas dan Sucofindo...
SKK Migas dan Sucofindo Perkuat TKDN Pompa Industri Lokal
Terungkap! Cadangan...
Terungkap! Cadangan Migas RI Naik Jadi 131,2 Juta Barel
Berita Terkini
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
6 jam yang lalu
IHSG Awal Juni Diprediksi...
IHSG Awal Juni Diprediksi Rawan Koreksi, Investor Cermati Data Inflasi hingga Aturan DHE SDA
8 jam yang lalu
Menuju Debat Ketiga,...
Menuju Debat Ketiga, Hashtag SjafrieSAfiekalla Menggema di X
8 jam yang lalu
Paxel Sediakan Lounge...
Paxel Sediakan Lounge Logistik untuk Jastip di PRJ 2026
10 jam yang lalu
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
11 jam yang lalu
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
13 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved