Ekspansi China Menguat, Pengusaha Menengah Bawah Harus Berhati-hati

Sabtu, 23 November 2019 - 03:32 WIB
Ekspansi China Menguat,...
Ekspansi China Menguat, Pengusaha Menengah Bawah Harus Berhati-hati
A A A
JAKARTA - Tidak bisa dipungkiri, eksistensi China dalam satu dasawarsa terakhir ini mengguncang dunia. Ekspansi yang dilakukan lewat program Belt Road Initiative (BRI), tidak hanya membuat ketergantungan banyak negara di dunia terhadap China, juga menjadi peluang sekaligus ancaman terhadap pelaku usaha disetiap negara termasuk Indonesia.

"Ekspansi yang dilakukan menciptakan fenomena baru untuk kalangan industri nasional, baik industri makro maupun industri mikro," ujar pengamat ekonomi dan politik Pasifik Selatan, Gerry Habel Hukubun kepada SINDOnews di Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Jika 10 tahun lalu, produk-produk China yang secara kualitas dilihat masih rendah, sekarang kualitas produk China mampu bersaing dengan produk-produk Eropa dan Amerika Serikat, bahkan cenderung lebih berkualitas.

Produk-produk China seperti kendaraan bermotor, telepon seluler, kebutuhan rumah tangga dan masih banyak lagi, mampu menguasai pasar lokal seluruh dunia termasuk Indonesia. Industri tambang batubara, nikel dan lain-lain pun menjadi sektor yang sangat di minati.

"Dengan era keterbukaan saat ini, kecepatan dalam perubahan suatu situasi dan kondisi menuntut pelaku usaha lokal untuk harus berbenah," lanjut Gerry.

Dampak masuknya China di seluruh dunia termasuk Indonesia, lanjut ia, membawa dampak positif maupun negatif di kalangan pelaku usaha. Ada peluang namun juga ada ancaman yang nampak.

"Pelaku usaha besar lebih berpeluang mendapatkan peluang untuk bisa bertumbuh dan menjadi besar karena mempunyai power dan kekuasaan yang mampu mengarahkan investor China dalam bentuk kerja sama," jelas Gerry.

Namun, terangnya, dampak negatif cenderung akan dialami oleh pelaku usaha menengah kebawah karena cenderung akan tergusur dengan teknologi, kemampuan finansial dan kecerdasan yang dimiliki oleh China saat ini, didukung dengan regulasi yang memungkinkan pengusaha asing bebas membuka industri di Indonesia.

"Jika pemerintah tidak mengantisipasi aturan dan regulasi investasi asing yang masuk di indonesia secara baik dan komprehensif, maka dikhawatirkan pengusaha menengah kebawah perlahan akan tergusur dan menjadi orang asing di negeri sendiri," imbuhnya.

Pengusaha menengah kebawah terutama usaha-usaha konvensional yang selama ini nyaman dengan situasi yang ada pun sudah harus berbenah, karena sesuatu yang sifatnya konvensional akan dengan cepat tergusur oleh teknologi modern yang ditawarkan China saat ini.

"Industri pelayaran yang merupakan kedaulatan negara kita lewat asas cabotage yang diproteksi lewat UU Pelayaran No 17 tahun 2008 pun belakangan ini terdengar akan direvisi. Tentu ini menjadi peringatan serius untuk pelaku usaha dibidang pelayaran," ungkap Gerry.

Jika pemerintah dan pengusaha, terutama pengusaha menengah kebawah, tidak berbedah dan mengantisipasi situasi tersebut, maka dalam 5 tahun ke depan akan banyak pelaku usaha yang kolaps dan tutup. Tentu akan membuat situasi ekonomi di masyarakat semakin susah dan merosot.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menlu Italia: Kesepakatan...
Menlu Italia: Kesepakatan Belt and Road Initiative Sangat Mengecewakan
4 Penyebab Italia Menyesal...
4 Penyebab Italia Menyesal Bergabung dengan Belt and Road Initiative (BRI) China
Mengenal Lebih Dekat...
Mengenal Lebih Dekat Jalur Sutra Modern China, Pertaruhan Triliunan Dolar
Salurkan Rp15.700 Triliun,...
Salurkan Rp15.700 Triliun, China Banyak Danai Proyek Energi Kotor
Xi Jinping bak Kena...
Xi Jinping bak Kena Tampar Eks Jurnalis: Italia Bakal Hengkang dari Program BRI
Isu dan Peluang dalam...
Isu dan Peluang dalam Kerja Sama antara Indonesia-China
Berita Terkini
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
15 menit yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
1 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
1 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
1 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
3 jam yang lalu
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved