Akhir Tahun, Kinerja Perekonomian Masih Akan Alami Perlambatan

Selasa, 26 November 2019 - 19:16 WIB
Akhir Tahun, Kinerja...
Akhir Tahun, Kinerja Perekonomian Masih Akan Alami Perlambatan
A A A
JAKARTA - Kinerja perekonomian Indonesia diperkirakan masih akan mengalami perlambatan yang dipicu oleh pertumbuhan investasi dan konsumsi rumah tangga yang melambat di kuartal ketiga. Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Adrian Panggabean mengatakan, diperkirakan sisa tahun ini pelaku usaha menunda keputusan bisnis karena bayangan ketidakpastian, baik yang muncul dari sisi global maupun domestik.

Sejalan dengan menurunnya permintaan dan adanya kendala likuiditas, pertumbuhan kredit juga berangsur melambat. "Terlebih, pelemahan harga komoditas dan tingginya suku bunga pada paruh pertama tahun 2019, juga telah menyebabkan rumah tangga mengerem belanjanya," ujar Adrian saat Diskusi Media Bersama Chief Economist CIMB Niaga di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Sementara itu, pada kuartal III tahun ini dengan mengoreksi faktor musiman, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga antar kuartal bahkan telah mencapai angka terendah dalam sembilan tahun terakhir. "Pertumbuhan konsumsi swasta dikuartal III kalau lihat data mengalami penurunan yang dalam (jika dibuang faktor musiman). Dan yang bisa merubah ini hanya kebijakan," katanya.

Dengan memperhitungkan semua faktor dan prospek berlanjutnya perlambatan di kuartal IV, maka perekonomian Indonesia diperkirakan hanya akan bertumbuh maksimum 5% di tahun 2019. Sedangkan tahun 2020 masih akan sekitar 5% atau bisa dibawah 5%.

Menurut dia, masih melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 disebabkan oleh Indonesia yang masih menghadapi sejumlah tantangan. Berlanjutnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok serta stagnannya pertumbuhan perekonomian dunia juga berpengaruh pada dinamika investasi dan konsumsi dalam negeri.

"Kondisi global tidak menggembirakan. Alasannya karena tahun 2019 hingga tahun 2020 nanti situasi di AS angka indikator ekonominya menunjukan tidak terlalu kuat tapi juga tidak terlalu lemah. Maka dari itu, diperlukan pemotongan suku bunga di AS," ungkap dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
3 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
4 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
4 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
4 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
5 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
5 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved