Menteri ESDM: Kebutuhan Listrik Ibu Kota Baru Capai 1.555 MW

Rabu, 27 November 2019 - 13:42 WIB
Menteri ESDM: Kebutuhan...
Menteri ESDM: Kebutuhan Listrik Ibu Kota Baru Capai 1.555 MW
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan kepada Komisi VII DPR mengenai tambahan pasokan tenaga listrik yang harus dipersiapkan PT PLN (Persero) untuk kebutuhan ibu kota baru, yakni sebesar 1.555 megawatt (MW) hingga tahun 2024.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, perkiraan tersebut dengan mempertimbangkan perpindahan penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, konsumsi listrik 4.000 kWh per kapita, kebutuhan energi listrik 6.000 gWh, susut jaringan 10%, faktor beban 63%, dan produksi listrik 6.600 GWh. Dari parameter-parameter tersebut didapatkan beban puncak sebesar 1.196 MW.

"Apabila reserve margin 30%, maka tambahan pasokan tenaga listrik yang harus disiapkan sebesar 1.555 MW," ujar Arifin di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Lebih kanjut dia mengatakan, sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sampai 2024, tambahan pasokan di Kalimantan Timur tercatat sebesar 691 MW sehingga masih diperlukan tambahan sebesar 884 MW.

"Saat ini kondisi sistem ketenagalistrikan di ibu kota baru melalui sistem interkoneksi Pulau Kalimantan ialah, daya mampu netto 1.596 MW, beban puncak 1.094 MW, dan cadangan 474,2 MW atau 30%," katanya.

Arifin menjelaskan, Kalimantan terdiri atas dua grid, yakni Sistem Khatulistiwa dan Sistem Kalimantan. Sistem Kalimantan merupakan interkoneksi antara subsistem Barito di Kalimantan Selatan dan Tengah serta subsistem Mahakam di Kalimantan Timur.

"Di luar kedua sistem grid tersebut kelistrikan Kalimantan disuplai melalui sistem-sistem isolated," katanya.

Sebagai informasi saat ini beban listrik di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim mencapai 15,89 MVA yang dipasok dari GI (Gardu Induk) Petung dengan kapasitas sebesar 90 MVA. Sementara, beban listrik di Kabupaten Kutai Kertanegara baru mencapai 117,54 MW yang dipasok dari GI Karang Joang, GI Manggarasari, GI Senipah dengan total GI sebesar 290 MVA.

Sebelumnya, PLN Regional Kalimantan memastikan siap memenuhi kebutuhan listrik kalangan industri. Saat ini, kondisi kelistrikan di Kalimantan tercatat memiliki cadangan sebesar 331,5 megawatt (MW).

Angka cadangan tersebut berasal dari daya mampu netto sebesar 1.778 MW, sementara beban listrik yang harus dipasok sebesar 1.446,5 MW. Adapun daya mampu pasok dari pembangkit listrik yang ada di Kalimantan total mencapai 1.984 MW.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri ESDM Akui Program...
Menteri ESDM Akui Program Kompor Induksi untuk Serap Kelebihan Pasokan Listrik PLN
Intip Kesiapan PLN Jaga...
Intip Kesiapan PLN Jaga Pasokan Listrik Jelang Nataru
Soal Blackout di Sumatera,...
Soal Blackout di Sumatera, Ini Arahan Menteri ESDM ke PLN
Listrik dalam Tabung...
Listrik dalam Tabung Jadi Cara Mengejar Rasio Elektrifikasi 100%
Terungkap!, Pandemi...
Terungkap!, Pandemi Bikin Beban Pemenuhan Listrik Tak Seimbang
Ada Corona, Konsumsi...
Ada Corona, Konsumsi Listrik Rumah Tangga Tumbuh 5,46%
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
10 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
10 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
11 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
11 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
12 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
13 jam yang lalu
Infografis
Perdana Menteri Inggris...
Perdana Menteri Inggris Baru Keir Starmer Mulai Bertugas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved