IHSG Terangkat Tipis di Awal Sesi, Bursa Hong Kong Tenggelam
Jum'at, 29 November 2019 - 09:45 WIB
IHSG Terangkat Tipis di Awal Sesi, Bursa Hong Kong Tenggelam
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (29/11/2019) terangkat tipis saat bursa Asia menyusut dipimpin kejatuhan terdalam bursa saham Hong Kong. Pagi ini, IHSG berada pada zona hijau dengan kenaikan 22,050 poin atau 0,37% menjadi 5.975,11.
Raihan tersebut sedikit membaik dari kejatuhan dalam sesi penutupan, Kamis kemarin. Tercatat kemarin bursa saham Tanah Air ambruk -1,16% yang setara dengan -69,98 poin menjadi 5.953,06.
Emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun yang harga sahamnya naik pada awal perdagangan Jumat (29/11) adalah Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Hingga pukul 09.30 WIB, harga saham UNVR naik 0,60% jadi Rp42.050 per unit. Adapun harga saham BBRI naik 0,99% jadi Rp4.090, BMRI naik 1,11% ke Rp6.850, dan TLKM naik 1,57% jadi Rp3.880 per saham.
Di sisi lain bursa saham Asia terpantau lebih rendah pada perdagangan, Jumat pagi dipimpin kejatuhan bursa saham Hong Kong ketika investor terus mengawasi perkembangan perdagangan AS dan China menyusul eskalasi belum lama ini. Seperti diketahui dukungan Presiden Donald Trump terhadap aksi protes anti-pemerintah di Hong Kong membuat penghentian perang dagang AS-China diyakini bakal terganggu.
Indeks Hang Seng, Hong Kong mengalami kerugian paling besar di antara pasar utama secara regional usai jatuh 1,54% pada awal perdagangan saat saham teknologi China, Tencent, jatuh 1,6%. Saham daratan China tidak terkecuali juga mengalami tekanan dengan Komposit Shanghai turun sekitar 0,3% dan Komposit Shenzhen jatuh lebih rendah 0,232%.
Pada tempat lain, indeks Nikkei Jepang dan Topix menghapus sedikit keuntungan dalam sesi sebelumnya dengan kecenderungan mendatar. Sedangkan indeks Kospi, Korea Selatan tergelincir 0,86% untuk mengiringi kejatuhan industri kelas berat seperti Samsung Electronics turun 1,75%. Bank of Korea mengumumkan pada hari Jumat keputusan untuk menjaga suku bunga acuan stabil di 1,25%, sejalan dengan harapan ekonom dalam jajak pendapat Reuters.
Sementara itu bursa saham patokan Australia meningkat lebih tinggi, dengan S&P/ASX 200 mencetak keuntungan. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,61% lebih rendah.
Raihan tersebut sedikit membaik dari kejatuhan dalam sesi penutupan, Kamis kemarin. Tercatat kemarin bursa saham Tanah Air ambruk -1,16% yang setara dengan -69,98 poin menjadi 5.953,06.
Emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun yang harga sahamnya naik pada awal perdagangan Jumat (29/11) adalah Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Hingga pukul 09.30 WIB, harga saham UNVR naik 0,60% jadi Rp42.050 per unit. Adapun harga saham BBRI naik 0,99% jadi Rp4.090, BMRI naik 1,11% ke Rp6.850, dan TLKM naik 1,57% jadi Rp3.880 per saham.
Di sisi lain bursa saham Asia terpantau lebih rendah pada perdagangan, Jumat pagi dipimpin kejatuhan bursa saham Hong Kong ketika investor terus mengawasi perkembangan perdagangan AS dan China menyusul eskalasi belum lama ini. Seperti diketahui dukungan Presiden Donald Trump terhadap aksi protes anti-pemerintah di Hong Kong membuat penghentian perang dagang AS-China diyakini bakal terganggu.
Indeks Hang Seng, Hong Kong mengalami kerugian paling besar di antara pasar utama secara regional usai jatuh 1,54% pada awal perdagangan saat saham teknologi China, Tencent, jatuh 1,6%. Saham daratan China tidak terkecuali juga mengalami tekanan dengan Komposit Shanghai turun sekitar 0,3% dan Komposit Shenzhen jatuh lebih rendah 0,232%.
Pada tempat lain, indeks Nikkei Jepang dan Topix menghapus sedikit keuntungan dalam sesi sebelumnya dengan kecenderungan mendatar. Sedangkan indeks Kospi, Korea Selatan tergelincir 0,86% untuk mengiringi kejatuhan industri kelas berat seperti Samsung Electronics turun 1,75%. Bank of Korea mengumumkan pada hari Jumat keputusan untuk menjaga suku bunga acuan stabil di 1,25%, sejalan dengan harapan ekonom dalam jajak pendapat Reuters.
Sementara itu bursa saham patokan Australia meningkat lebih tinggi, dengan S&P/ASX 200 mencetak keuntungan. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,61% lebih rendah.
(akr)
Lihat Juga :