Tahun Depan, BI Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih 5%

Senin, 02 Desember 2019 - 16:19 WIB
Tahun Depan, BI Optimis...
Tahun Depan, BI Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih 5%
A A A
JAKARTA - Pidato Presiden Joko Widodo soal "Winter is Coming" dinilai terbukti. Dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali pada 2018, Jokowi menggambarkan situasi perekonomian dunia seperti film serial Game of Thrones.

Friksi perang dagang Amerika Serikat dan China, Brexit, hingga geopolitik memberi ketidakpastian pada perekonomian dunia. Ekonomi global seakan "membeku". Lembaga-lembaga top dunia bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia di 2019 hanya berada di 3,0%.

"Angka yang terus menurun seiring waktu, ini menunjukkan alat-alat moneter dan fiskal konvensional tidak berfungsi sebagaimana mustinya. Seperti yang diekspektasikan di banyak negara," terang Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam Seminar Internasional Bank Indonesia bertajuk "The Pivotal Role of Infrastructure Financing to Advance Sustainable Economic Growth" di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Bank Indonesia dan pemerintah pun sudah menyiapkan "perisai" untuk menghadapi "musim dingin" yang menimpa ekonomi global, agar tidak berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia.

Melalui bauran kebijakan, BI akan mengejar stabilitas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 5,1%-5,5% secara tahunan di 2020.

Selain itu, BI menyampaikan optimismenya bahwa di jangka menengah, Indonesia akan tumbuh sebesar 5,2-5,6% di tahun 2021 karena diekspektasikan akan ada reformasi struktural dalam perekonomian.

"Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia pada Kamis lalu, pak Jokowi menyampaikan pesan kuat tentang kondisi ekonomi Indonesia. Beliau menyebutkan kita harus percaya bahwa Indonesia akan melalui kondisi ekonomi yang susah ini, dan perlu menemukan sumber pertumbuhan baru, serta harus tetap optimis di tengah ketidakpastian," ujar Destry.

Destry menyampaikan BI sebagai partner otoritas moneter independen pemerintah, sepenuhnya setuju dengan pernyataan Jokowi. Pihak BI mempercayai perbaikan ekonomi hanya bisa dicapai dengan melalui kolaborasi antar lembaga, bukan hanya pemerintah pusat juga dengan pemerintah daerah.

"Dengan 46 kantor perwakilan di seluruh daerah di Indonesia, kami akan bekerja dekat dengan pihak Pemda untuk memantau sumber pertumbuhan baru melalui dukungan penasihat ekonomi BI untuk Pemda," ungkapnya.

Oleh karena itu, dengan kondisi kawasan Indonesia yang luas dan negara kepulauan, infrastruktur diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Mendukung akselerasi pembiayaan infrastruktur, BI akan terus melanjutkan meningkatkan kapasitas perantara bank melalui rasio intermediasi makroprudensial, mendorong penerbitan surat berharga untuk likuiditas, mendorong instrumen lindung nilai, seperti pertukaran suku bunga, pertukaran mata uang, serta memberikan nasihat untuk pemerintah daerah dalam mendukung persiapan proyek kerja sama pemerintah dan swasta.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Bank Dunia Nilai Pemulihan...
Bank Dunia Nilai Pemulihan Ekonomi Indonesia Lamban
Bos BI Ungkap 7 Jurus...
Bos BI Ungkap 7 Jurus Jaga Laju Ekonomi RI, QRIS Jadi Andalan
Tok! BI Rate Turun 25...
Tok! BI Rate Turun 25 BPS Jadi 5,50%
Deflasi Selama 4 Bulan,...
Deflasi Selama 4 Bulan, Ekonom Prediksi BI Rate Turun ke 6%
Berita Terkini
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
20 menit yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
2 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
5 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
7 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
8 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
9 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved