alexametrics

Siapkan SDM untuk Kilang, Pertamina Teken MoU dengan 5 Politeknik

loading...
A+ A-
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama dengan lima politeknik untuk mengembangkan pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan SDM di proyek kilang Pertamina.

Direktur SDM Pertamina Koeshartanto mengatakan, lima politeknik yang bekerja sama dengan Pertamina untuk menyerap SDM di proyek kilang yaitu Politeknik Negeri Balikpapan, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Negeri Cilacap, AKAMIGAS Balongan, dan STT Migas Balikpapan.

"Pertamina sedang menyiapkan kilang-kilang, baik secara fisik maupun SDM. Kilang tidak akan menghasilkan secara maksimal jika dioperasikan oleh SDM berkualitas. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan beberapa pendidikan vokasi untuk menyiapkan SDM unggul," ujar Koeshartanto di Jakarta, Kamis (5/12/2019).



Melalui Universitas Pertamina, kerja sama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan saat persiapan berdirinya kilang hingga pengoperasian kilang Pertamina. "Kita melakukan kerja sama teknis untuk menyiapkan SDM. Tenaga kerja yang dibutuhkan sangat luas, seperti ahli mesin, ahli listrik sampai menyiapkan kilang agar berdiri. Selanjutnya SDM akan dipersiapkan untuk pengoperasian kilang," jelasnya.

Di bagian lain, Direktur Mega Proyek dan Petrokimia (MP2) Ignatius Tallulembang mengatakan, SDM menjadi salah satu kunci sukses sebuah perusahaan. "SDM menjadi kunci sukses membangun infrastruktur kilang kita. Dan ini adalah people regeneration,” ujarnya.

Dengan mempersiapkan SDM tersebut, kata dia, regenerasi SDM untuk kilang yang terbarukan akan sesuai dengan harapan. "Kita siapkan calon operator kilang kedepan, kita siapkan modulnya. Kemudian Pertamina juga siapkan on job training. Kita latih SDM ini untuk lebih yakin atas kesiapan mental power, kita siapkan lebih baik untuk bisnis yang lebih baik kedepannya," pungkasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top