Potensi Sektor Perikanan Capai USD160 Miliar, International Fish Market Didorong

Jum'at, 06 Desember 2019 - 02:13 WIB
Potensi Sektor Perikanan...
Potensi Sektor Perikanan Capai USD160 Miliar, International Fish Market Didorong
A A A
JAKARTA - Berdasarkan perhitungan Kementerian PPN/Bappenas dalam lima tahun ke depan, sektor perikanan akan bertambah sekitar USD 100-160 miliar atau sekitar 8 hingga 11% dari Gross Domestic Product (GDP). Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menerangkan, Enabler yang paling mungkin adalah menata ulang tempat pelelangan ikan.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Hotel Borobudur, Jakarta. Menteri Suharso menawarkan solusi berupa pembuatan pelelangan ikan berskala internasional.

“Indonesia hingga saat ini belum punya international fish market. Di Utara Indonesia (Filipina dan Jepang), ada international fish market, di Selatan kita (Australia) ada, di Barat juga ada, di Jepang malah ada beberapa. Intinya, international fish market harus segera dimulai. Dalam data Kementerian PPN/Bappenas, sudah ada tiga tempat yang sudah dinilai punya kemungkinan, dan yang paling berpotensi adalah di Likupang, Sulawesi Utara," jelas Menteri Suharso.

Sambung dia menjelaskan, alasan mengapa di Likupang dibangun hotel berbintang lima dan fasilitas internasional, karena merupakan salah satu syarat untuk membangun international fish market. Likupang merupakan perairan yang memiliki potensi di bidang ikan tuna jenis blue fin dan yellow fin. Selama ini, potensi besar itu diambil oleh negara tetangga.

“Pada tahun 1990-an sudah ada rencana pembangunan dan itu menjadi syarat membuat international fish market. Saya sampaikan ke Presiden, di Likupang sudah ada backwork-nya, tempat pengelolaan ikan dan beberapa fasilitas lain. Di Likupang ada dua jenis ikan, yaitu blue fin dan yellow fin tuna," beber Menteri Suharso.

Menurut penelitian yang dilakukan peneliti Norwegia, diterangkan olehnya ikan itu saat remaja masuk di Teluk Tomini. Saat blue fin itu naik ke atas atau ke arah Utara, ikan itu ditangkap oleh nelayan Filipina dan Jepang. Sementara, saat yellow fin turun ke bawah atau ke arah Selatan maka ditangkap Australia

Menanggapi hal itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan tanggapan baik mengenai pembuatan international fish market dan berjanji akan menindaklanjutinya sebagai kelanjutan dari program Presiden yang harus diwujudkan.

“Karena sudah disampaikan mengenai international fish market, maka itu merupakan perintah buat saya. Karena hal itu juga sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo terkait pembangunan infrastruktur yang memang harus tetap berlanjut. Saya berjanji akan support Kementerian KKP, termasuk pembuatan international fish market yang diajukan oleh Menteri Bappenas. Apa yang kita jalankan sekarang adalah merealisasikan program Presiden," tutur Menteri Basuki.

Turut hadir dalam Rakornas ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pembangunan dan pengembangan regulasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama dengan Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PUPR.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Perketat Pengawasan Pendaratan Ikan di Pelabuhan Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Resmi Punya Logo Baru
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tunda Penangkapan Ikan Terukur
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
8 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
8 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
8 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
8 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
9 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Apple Kehilangan USD300...
Apple Kehilangan USD300 Miliar Akibat Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved