Harga Minyak Mentah Dunia Jatuh Saat Pasokan AS Melonjak
Rabu, 11 Desember 2019 - 11:50 WIB
Harga Minyak Mentah Dunia Jatuh Saat Pasokan AS Melonjak
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia jatuh pada perdagangan, Rabu (11/12/2019) setelah data industri menunjukkan kejutan dalam persediaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS) yang mengalami peningkatan. Sementara investor masih menanti kabar terbaru tentang apakah babak baru perang tarif AS terhadap produk China akan berlaku pada akhir pekan ini.
Dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun sebesar 37 sen atau 0,6% menjadi USD63,97 per barel pada pukul 01.21 GMT. Sedangkan harga minyak mentah AS yakni West Texas Intermediate tergelincir 30 sen yang setara 0,5% untuk bertengger di level USD58,94/barel.
"Harga minyak jatuh dari penutupan tertinggi dalam hampir tiga bulan setelah inventarisasi API melaporkan ada peningkatan. Sedangan ketidakjelasan atas penangguhan tarif di Desember membangun bearish," ujar Stephen Innes selaku kepala strategi pasar Asia di AxiTrader, mengacu pada penutupan minyak mentah AS pada tanggal 10 Desember.
Persediaan minyak mentah naik 1.400.000 barel dalam seminggu menjadi 447.000.000 hingga 6 Desember, sementara analis memperkirakan kejatuhan mencapai 2.800.000 barel. Laporan EIA mingguan akan jatuh tempo pada hari Rabu.
AS berada dalam jalur yang tepat untuk menjadi eksportir bersih minyak mentah dan bahan bakar untuk pertama kalinya pada catatan secara tahunan di 2020, kata EIA, karena lonjakan produksi yang telah secara dramatis mengurangi ketergantungan pada minyak asing.
Hal itu juga menambah pasokan global, produsen AS Exxon Mobil Corp (XOM. N) dan Hess Corp (HES. N) berencana untuk mengekspor pertama -pengiriman minyak mentah dari Guyana antara Januari dan Februari, sebuah tonggak sejarah bagi produsen minyak terbaru Amerika Latin-.
Dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun sebesar 37 sen atau 0,6% menjadi USD63,97 per barel pada pukul 01.21 GMT. Sedangkan harga minyak mentah AS yakni West Texas Intermediate tergelincir 30 sen yang setara 0,5% untuk bertengger di level USD58,94/barel.
"Harga minyak jatuh dari penutupan tertinggi dalam hampir tiga bulan setelah inventarisasi API melaporkan ada peningkatan. Sedangan ketidakjelasan atas penangguhan tarif di Desember membangun bearish," ujar Stephen Innes selaku kepala strategi pasar Asia di AxiTrader, mengacu pada penutupan minyak mentah AS pada tanggal 10 Desember.
Persediaan minyak mentah naik 1.400.000 barel dalam seminggu menjadi 447.000.000 hingga 6 Desember, sementara analis memperkirakan kejatuhan mencapai 2.800.000 barel. Laporan EIA mingguan akan jatuh tempo pada hari Rabu.
AS berada dalam jalur yang tepat untuk menjadi eksportir bersih minyak mentah dan bahan bakar untuk pertama kalinya pada catatan secara tahunan di 2020, kata EIA, karena lonjakan produksi yang telah secara dramatis mengurangi ketergantungan pada minyak asing.
Hal itu juga menambah pasokan global, produsen AS Exxon Mobil Corp (XOM. N) dan Hess Corp (HES. N) berencana untuk mengekspor pertama -pengiriman minyak mentah dari Guyana antara Januari dan Februari, sebuah tonggak sejarah bagi produsen minyak terbaru Amerika Latin-.
(akr)
Lihat Juga :