alexametrics

Gelar Roadshow Kampanye Keselamatan Penerbangan, PPPI Pakai Aplikasi Digital

loading...
A+ A-
TANGERANG - Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI) akan menggandeng para pelaku industri kreatif hingga kementerian dalam mengkampanyekan keselamatan dan kenyamanan penerbangan nasional. Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, PPPI bersama Indonesia Air Traffic Controller Association (IATCA) akan menggelar Aviation Safety Campaign 4.0 yang akan menjadi kampanye roadshow.

Kampanye yang mengusung tema 'Aviation Safety Starts with me' akan menyasar ke seluruh bandara Indonesia, tempat-tempat umum dan sekolah demi menanamkan nilai-nilai edukasi keselamatan penerbangan sejak dini dan dimulai dari diri sendiri. Aviation Safety Campaign 4.0 akan dikemas edukatif melalui simulasi keselamtan secara langsung dan talkshow pada saat acara agar tersampaikannya pesan-pesan kampanye keselamatan penerbangan secara langsung.

"Kampanye ini akan dituangkan dalam bentuk aplikasi digital yang dapat di download di Playstore, yang juga akan di luncurkan pada prosesi pembukaan acara inti di bulan Januari 2020," ujar Ketua Umum PPPI Captain Rizky Budimansyah Juzardi Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (19/12/2019).



Demi keberlangsungan aktifitas dan program tersebut, PPPI bersinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk bersama menjadikan kampanye keselamatan penerbangan sebagai program digitalisasi dan edukasi yang harus disosialisasikan secara komprehensif kepada seluruh masyarakat Indonesia.Lebih lanjut Ia menerangkan, banyak faktor yang termasuk dalam ancaman keselamatan penerbangan, dan hal tersebut harus diketahui oleh masyarakat umum, terutama pengguna jasa dan masyarakat sekitar Bandar Udara. Salah satunya yang marak belakangan ini gangguan burung, layang-layang, dan sinar laser yang diarahkan ke pesawat. Bahkan pernah ada kasus, sinar laser diarahkan ke menara ATC Bandara Soetta.
“Hal tersebut merupakan ancaman yang memang membahayakan penerbangan, meskipun kita selalu mengantisipasi hal tersebut, misalnya dengan pemasangan alat penangkal burung, sosialisasi kepada masyarakat sekitar Bandara, dan sebagainya,” jelasnya.

Capt. Rizky bahkan mengungkapkan terdapat kasus yang benang layang-layang tersangkut ke badan pesawat, juga sinar laser yang mengarah ke cockpit pesawat. Hal tersebut tentunya sangat membahayakan pesawat.

“Untuk itu, kita sedang mengembangkan aplikasi yang nantinya akan digunakan untuk menyosialisasikan tentang apa saja yang membahayakan penerbangan dari sisi pengguna jasa, maupun dari sisi masyarakat sekitar Bandara. Nantinya ada konten-konten berupa video yang dapat ditonton masyarakat mengenai keselamatan penerbangan,” tuturnya.

Ia pun berharap, dengan adanya aplikasi tersebut nantinya dapat dengan cepat terinformasikan kepada masyarakat luas mengenai keselamatan penerbangan. “Yang kita inginkan adalah aplikasi ini bisa dibuka oleh pengguna jasa untuk mengingatkan diri apakah ketika mereka mau terbang, sudah mematuhi semua aturan yang ada, juga kepada masyarakat sekitar Bandara untuk mengetahui akibat jika memang melakukan pelanggaran yang mengancam keselamatan penerbangan,” paparnya.

Gelaran Aviation Safety Campaign 4.0 bakal berlangsung mulai tanggal 20 hingga 23 Januari 2020 di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta. Acara ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan penerbangan yang ternyata harus dimulai dari diri sendiri agar semakin berkembangnya dunia aviasi di Indonesia yang selamat, edukatif, dan kondusif, sehingga masyarakat Indonesia tidak lagi menganggap bahwa bandara sebagai satu-satunya tempat paling mewah.

"Melalui kampanye ini, diharapkan masyarakat mengetahui begitu pentingnya memahami secara rinci aspek-aspek keselamatan penerbangan. Kampanye keselamatan penerbangan ini akan diselenggarakan bersamaan dengan Digital Reality Festival yang akan dihadiri para pelaku industri kreatif digital, AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) demi mewujudkan digitalisasi bandara Indonesia," paparnya.

Melalui acara ini, PPP dan IATCA berharap keselamatan penerbangan bukan dimulai pada saat kedatangan di bandara melainkan sebelum menentukan dan memutuskan untuk bepergian melalui moda transoprtasi udara, serta harus dimulai dari diri sendiri bukan orang lain.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top