Ribuan Perusahaan di Kota Tangsel Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Jum'at, 20 Desember 2019 - 06:24 WIB
Ribuan Perusahaan di...
Ribuan Perusahaan di Kota Tangsel Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan
A A A
TANGERANG SELATAN - Sebanyak 4.196 perusahaan dengan total 61.801 pekerja di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, diklaim telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Data itu, diambil berdasarkan yang masuk ke dalam wajiblapor.kemenaker.co.id. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangsel pun mengaku, pihaknya yang akan melakukan pengawasan terhadap perusahaan tersebut.

Menurut Sekretaris Disnaker Tangsel, Yanti Sari, pekerja di Tangsel harus mendapat jaminan ketenagakerjaan. Setiap perusahaan jasa konstruksi yang melakukan pekerjaan, harus terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

"Total pekerja kita yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan ada 61.801 orang dengan jumlah perusahaan 4.196. Terdiri dari laki-laki 37.868 orang, dan wanita 23.933," kata Yanti kepada SINDOnews, Kamis (19/12/2019).

Yanti mengaku, setiap perusahaan saat ini memiliki kewajiban mengisi data wajib daftar BPJS Ketenagakerjaan di kementerian. Namun, saat ditanya apakah data tersebut valid, dia belum melakukan pengecekan.

"Saya belum tahu ya, sudah semuanya apa belum itu. Sebab jumlah perusahaan di Tangsel ini terus bertambah. Paling banyak yang bergerak di bidang jasa," sambungnya.

Sementara untuk pengawasan di bidang K3 atau Kesehatan Keselamatan Kerja bagi pekerja proyek, pihaknya hanya mempunyai kewenangan untuk pembinaan dan monitoring. Sedang pengawasan di provinsi.

"Untuk K3, kewenangan pengawasannya ada di provinsi. Kami sudah enggak bisa, sudah enggak punya kewenangan lagi. Tapi kalau untuk pembinaan, monitoring, kami bisa," ungkapnya.

Seperti dalam kasus kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja proyek gedung baru RSU Kota Tangsel, pada Rabu 18 Desember 2019. Pengawasan terhadap pekerjaan proyek itu, diserahkan ke provinsi.

"Karena kewenangan K3 itu telah diambil alih oleh provinsi. Tetapi agar tidak putus hubungan dengan industri, maka kita ambil pembinaan dan monitoringnya. Untuk kasus kecelakaan kerja ini, kita normatif," jelasnya.

Di tempat terpisah, Kabid Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kota Tangsel, Kunto Baskoro, mengatakan data yang dimilikinya sangat berbeda dengan yang kini dipegang Disnaker.

"Sebenarnya sebegitu banyak proyek, apakah semua proyek itu didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan? Untuk jasa konstruksi, jadi mereka tidak mendaftar secara nama, dan jumlah pekerjanya berapa, jadi open polish," jelasnya.

Dari total 4.196 perusahaan yang diklaim oleh Disnaker terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, yang telah terdaftar di cabang Tangsel hanya ada sekira 500 lebih saja, tidak sampai 1.000.

"Sekarang baru ada sekira 500 lebih proyek APBD yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Kalau proyek gedung baru RSU Tangsel ini, sudah terdaftar sejak 2018 lalu. Sedang kami urus semua," paparnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
21 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
1 jam yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
1 jam yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
2 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
11 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
11 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved