Kunjungan Wisman Seret, Menparekraf Ingin Harga Tiket Pesawat Turun

Kamis, 26 Desember 2019 - 09:39 WIB
Kunjungan Wisman Seret,...
Kunjungan Wisman Seret, Menparekraf Ingin Harga Tiket Pesawat Turun
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada tahun depan. Apalagi pada tahun ini, kunjungan wisman ke Indonesia diprediksi hanya mencapai 16,3 juta wisman atau meleset dari target 18 juta wisman.

Prediksi tersebut sejalan dengan pergerakan penumpang pesawat yang menurut PT Angkasa Pura II (Persero) diprediksi menurun. Angkasa Pura II memperkirakan jumlah penumlang di 16 bandara kelolaannya mencapai 90,5 juta penumpang hingga akhir tahun atau menurun 18,5% dari tahun sebelumnya yang mencapai 112,6 juta penumpang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya sedang meminta tiket pesawat bisa ditekan lebih murah lagi.

Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Saya bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir akan mereview semuanya terkait peluang kita menekan harga tiket pesawat," ujar Wishnutama di Komplek Widya Chandra, Jakarta, Rabu (25/12/2019).

Menurut dia, salah satu penyebab dari turunnya okupansi penumpang di bandara adalah masalah harga tiket pesawat yang masih tinggi. Lantaran masih tinggi, wisatawan pun banyak yang mengurungkan niatnya untuk berpergian ke Indonesia.

Di sisi lain, wisatawan nusantara (wisnus) juga banyak yang memilih untuk berpergian ke luar negeri dengan pertimbangan tiket pesawat menuju luar negeri masih relatif lebih murah dibandingkan di dalam negeri.

"Salah satu faktor utamanya kan harga tiket, itu juga ada laporannya untuk Angkasa Pura II untuk masalah turunnya jumlah okupansi. Dan ini bukan kerja yang sederhana," tandasnya.

Dia menambahkan, untuk menurunkan harga tiket pesawat memang tidaklah mudah. Sebab, ada banyak komponen dalam menetapkan tiket pesawat dari mulai harga avtur hingga pajak dan sebagainya.

"Karena kan kompleks ya macam-macam ada pengaruh harga avtur, biaya sewa, dan sebagainya. Jadi kita harus lihat secara komprehensif gimana cara menekan harga tiket agar kompetitif," jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tiket Pesawat Mahal,...
Tiket Pesawat Mahal, Kemenparekraf Dorong KAI Tambah Kapasitas Perjalanan
Tiket Pesawat Mahal,...
Tiket Pesawat Mahal, Wagub Bali Minta Pelaku Pariwisata Beri Pelayanan Berkualitas
Anggota Komisi VI DPR...
Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty Tolak Rencana Pungutan Iuran Dana Pariwisata
Wagub Bali Respons Wacana...
Wagub Bali Respons Wacana Wisman Dikenai Pajak: Pariwisata Bali Akan Makin Berkualitas
Sambut Wisatawan Internasional,...
Sambut Wisatawan Internasional, Turki Gencarkan Vaksinasi Pekerja Pariwisata
September, Bali Dibuka...
September, Bali Dibuka untuk Wisatawan Mancanegara
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
6 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved