Kurs Rupiah Tampil Perkasa di Awal Sesi Saat USD Defensif

Senin, 30 Desember 2019 - 10:21 WIB
Kurs Rupiah Tampil Perkasa...
Kurs Rupiah Tampil Perkasa di Awal Sesi Saat USD Defensif
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Senin (30/12/2019) dibuka menanjak naik untuk meneruskan tren positif dalam beberapa hari terakhir. Perbaikan mata uang Garuda mengiringi dolar yang bergerak defensif di awal pekan untuk melanjutkan penyusutan pada sesi sebelumnya.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini menguat ke posisi Rp13.945 per USD untuk kembali melawan, meski hanya tipis dari sesi sebelumnya. Rupiah memperlihatkan sedikit peningkatan dibandingkan Jumat kemarin Rp13.956/USD.

Sementara posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga ikut melompat ke level Rp13.948/USD untuk jadi perbaikan dibandingkan dari sesi penutupan akhir pekan, kemarin Rp13.952/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp13.931-Rp13.948/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi terlihat perkasa menjadi Rp13.935/USD atau merangkak naik dari sebelumnya. Rupiah sendiri masih dibayangi faktor eksternal yang masih penuh ketidakpastian.

Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance hari ini justru berbalik melemah jadi Rp14.002 per USD. Raihan tersebut turun lebih rendah dari sebelumnya Rp13.945/USD lewat pergerakan harian Rp13.925 hingga Rp14.002/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar bergerak defensif pada hari Senin menjelang akhir tahun perdagangan setelah mengalami tekanan dalam sesi sebelumnya. Hal ini seiring harapan AS dan China dapat mencapai kesepakatan perdagangan untuk mengangkat minta investor terhadap aset berisiko, serta menguras permintaan Safe-Haven untuk greenback.

Indeks dolar stabil pada posisi 96,942 melawan enam mata uang utama lainnya setelah meluncur 0,6% pada hari Jumat untuk mengalami penurunan persentase harian terbesar sejak bulan Juni. Dengan hilangnya landasan pada akhir pekan kemarin, indeks keuntungan untuk tahun ini telah menyusut menjadi di bawah 1% hingga membuatnya berada dalam jalur untuk perubahan tahunan terkecil dalam enam tahun.

Terhadap yen Jepang, dolar AS menyentuh posisi 109,41 atau tidak jauh berbeda dari saat dimulai pada bulan Januari, lalu. Sementara Poundsterling lebih tinggi setelah Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa mungkin perlu memperpanjang tenggat waktu untuk pembicaraan tentang hubungan perdagangan baru dengan Inggris.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
3 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved