Potensi Medical Tourism di Indonesia Bisa Dikembangkan

Senin, 30 Desember 2019 - 12:59 WIB
Potensi Medical Tourism...
Potensi Medical Tourism di Indonesia Bisa Dikembangkan
A A A
JAKARTA - Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Azril Azhari menilai wisata untuk lansia (gerontologi) menjadi potensi industri pariwisata di Indonesia. Pendekatan gerontologi bertujuan mencari solusi masalah pada lansia sehingga dapat terus hidup berkualitas.

Menurutnya saat ini dalam hal medical tourism, Indonesia tertinggal jauh dari Melaka dan Penang di Malaysia. Sedangkan dalam praktik pengobatan herbal sudah sangat dikuasai oleh China. "Tren pengobatan herbal oleh China sangat maju. Seharusnya kita mengembangkan wisata konsep Gerontologi atau untuk perawatan lanjut usia. Kombinasikan pengobatan dan gaya hidup yang berkualitas. Di dunia saat ini masih baru dikembangkan," ujar Azril di Jakarta, Senin (30/12/2019).

Dia juga meminta pemerintah sebaiknya segera duduk berdiskusi dengan pelaku industri. Hal ini demi mengejar momen pariwisata yang berkembang di dunia. Salah satu tren yang menurutnya harus dikejar adalah Gerontologi untuk menjaga kualitas hidup orang lansia. Saat ini peminat yang membutuhkan layanan ini adalah Jepang dan Belanda.

"Ini bukan panti sosial tapi kombinasi kesehatan dan hobi para lansia. Peminatnya banyak dari negara Eropa dan belum banyak dikembangkan di dunia. Ini potensi untuk Indonesia," ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Rainier H. Daulay mendukung rencana pemerintah melalui Menkes RI Terawan Agus Putranto untuk mendorong rumah sakit di Indonesia menyediakan layanan traditional medicine atau pengobatan tradisional berupa jamu.

Menurutnya rencana tersebut harus segera dilakukan dan dikemas dengan baik. Bahkan ini harus disinergikan dengan medical tourism yang sedang berkembang di dunia. Sambung dia menerangkan, yang harus diperhatikan adalah pilihan jamu yang diolah harus yang berkhasiat dan teruji serta harus bisa menyasar segmen pasar menengah ke atas.

"Ini harus dikemasnya yang cantik. Kombinasikan juga dengan layanan spa dan massage. Hal penting lainnya adalah ajak diskusi para pelaku industri yang benar paham," ujar Rainier.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Prokes Ketat di...
Hasil Prokes Ketat di Sektor Pariwisata Menerapkan 4K, Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan Kelestarian
Wisata Bali Baru Bisa...
Wisata Bali Baru Bisa Dinikmati Wisatawan Domestik, Ayo Jaga Protokol Kesehatan
Disiplin Terapkan Protokol...
Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Akan Bangun Citra Positif Wisata
Pariwisata Bisa Menggerakkan...
Pariwisata Bisa Menggerakkan Kembali Ekonomi Masyarakat
Reaktivasi Pariwisata...
Reaktivasi Pariwisata Bali Butuh Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan
Disiplin Terapkan Protokol...
Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan, Wisman Akan Datang
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
6 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
7 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
7 jam yang lalu
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
7 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
7 jam yang lalu
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
8 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved