Brunei-China Perkuat Kemitraan Pariwisata

Senin, 20 Januari 2020 - 13:21 WIB
Brunei-China Perkuat...
Brunei-China Perkuat Kemitraan Pariwisata
A A A
BANDAR SERI BEGAWAN - Brunei Darussalam dan China meluncurkan tahun kemitraan pariwisata bertajuk Brunei-China Year of Tourism 2020. Acara peluncuran digelar dalam malam resepsi di Jerudong International School (JIS) Brunei pada Jumat (17/1) yang diisi beragam atraksi kekayaan seni dan budaya kedua negara.

Brunei-China Year of Tourism 2020 resmi dibuka oleh Putri Masna Bolkiah, adik Sultan Hassanal Bolkiah, melalui pemukulan gong sebanyak tiga kali disaksikan menteri pariwisata dan duta besar kedua negara. "Program ini menandai tiga dekade membaiknya hubungan Brunei dan China yang akan diperingati pada 2021 mendatang," kata Putri Masna.

Sekadar diketahui, hubungan kedua negara sempat renggang sejak Brunei menjadi protektorat Britania, pada awal abad ke-19 hingga negara ini meraih kemerdekaan pada 1 Januari 1984. Pada 30 September 1991, Brunei menjadi anggota ASEAN dan mulai kembali membangun hubungan diplomatik dengan China.

Kerja sama bilateral kedua negara di antaranya investasi China pada kilang minyak Hengyi Industries Sdn Bhd, pembangunan sejumlah proyek infrastruktur dan pabrik petrokimia di Pulau Muara Besar, Brunei.

Menteri Sumber Daya Utama dan Pariwisata Brunei Dato Seri Setia Awang Ali Haji Apong berharap Brunei-China Year of Tourism 2020 ini membuka banyak peluang baru bagi kepariwisataan dan perekonomian kedua negara. "Tidak hanya di bidang promosi tapi juga pembangunan pariwisata dan peningkatan kualitas SDM pariwisata di Brunei," ujarnya.

China saat ini adalah penyumbang wisatawan asing terbesar ke Brunei. Maskapai nasional Brunei, Royal Brunei, memiliki memiliki rute penerbangan langsung dari Bandar Seri Begawan ke sejumlah kota besar di China.

Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata China, Zhang Xu, optimistis kerja sama ini akan membuahkan sukses besar dan memberi keuntungan signifikan bagi perekonomian kedua negara. "Brunei kaya dengan kultur Islam dan harmoni sosial yang sangat menarik bagi wisatawan China," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Promosi Update...
Indonesia Promosi Update Produk Pariwisata ke Pasar Great China
Toilet Umum di China...
Toilet Umum di China Pasang Timer untuk Cegah Bermain HP saat BAB
Program Visit Nepal...
Program 'Visit Nepal Year' China Gagal Hidupkan Pariwisata Nepal
5 Etnis Terbesar di...
5 Etnis Terbesar di Singapura, China Paling Dominan
Kedatangan Perdana Wisatawan...
Kedatangan Perdana Wisatawan Cina ke Bali
Sukses Tangani Pandemi...
Sukses Tangani Pandemi Corona, Pariwisata China Mulai Bangkit
Berita Terkini
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
39 menit yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
1 jam yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
11 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
11 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
11 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
12 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved