Pemanfaatan Karet di Luar Produksi Ban, Potensial Jadi Bahan Bakar Nabati

Senin, 20 Januari 2020 - 15:32 WIB
Pemanfaatan Karet di...
Pemanfaatan Karet di Luar Produksi Ban, Potensial Jadi Bahan Bakar Nabati
A A A
JAKARTA - Ketua Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane mengatakan, karet sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bahan baku bahan bakar nabati dengan dukungan kebijakan pemerintah. Apalagi potensi pemanfaatan karet di luar industri ban semakin terbuka lebar pasca terbitnya beberapa kebijakan terkait penggunaan energi alternatif pengganti Bahan Bakar Minyak untuk jenis diesel/solar.

Biodiesel dapat diaplikasikan baik dalam bentuk 100% (B100) atau campuran dengan minyak solar pada tingkat konsentrasi tertentu seperti B20. "Pemanfaatan biji karet sebagai biodiesel sangat terbuka lebar," ujarnya di Menara Kadin Indonesia, Senin (20/1/2020).

Dia memaparkan, kandungan minyak di dalam daging biji karet mencapai 45,63%. Tanaman karet dapat menghasilkan 800 biji karet untuk setiap pohonnya per tahun. Pada lahan seluas 1 hektar, dapat ditanami sebanyak 400 pohon karet. Maka untuk lahan seluas 1 hektar diperkirakan dapat menghasilkan 5.050 kg biji karet per tahun.

"Rendemen minyak biji karet (kering) yaitu 40-50%, sehingga diperkirakan setiap hektar tanaman karet berpotensi menghasilkan 1.000 liter minyak," paparnya.

Aziz menuturkan, saat ini karet alam Indonesia terancam dengan adanya penyakit. Di sisi lain, produksi karet semakin menurun karena pohonnya yang semakin tua. Untuk itu, penggunaan karet Indonesia perlu ditingkatkan agar petani bisa tetap mendapatkan keuntungan.

"Pesimisnya petani mengganti pohon karet menjadi kelapa sawit karena tidak untung. Kita takut nanti tidak ada lagi yang mau menanam karet. Sementara negara lain seperti Laos, Kamboja, Vietnam, Thailand, mereka mengembangkan karet," tuturnya

Selain banyak digunakan untuk industri ban, karet saat ini telah banyak digunakan untuk industri lain seperti bahan baku campuran aspal, bantalan jembatan serta berpotensi untuk pemanfaatan bahan bakar nabati.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HD : Aspal Karet Peluang...
HD : Aspal Karet Peluang Agar Karet Tidak Bergantung Pada Segmen Harga Internasional
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet Sumsel, Ini Hasilnya
Krisis Bahan Olahan...
Krisis Bahan Olahan Karet di Sumut Makin Parah, 9 Pabrik Tutup
Perbedaan Nama Daerah...
Perbedaan Nama Daerah di Jakarta: Karet, Karet Kuningan, dan Karet Semanggi
Apkarindo Komitmen Bersama...
Apkarindo Komitmen Bersama Mentan Majukan Lagi Karet Nasional
Industri Karet Alam...
Industri Karet Alam Jadi Akselerator Ekonomi Daerah, Ini Buktinya
Berita Terkini
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
13 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
30 menit yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
56 menit yang lalu
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
1 jam yang lalu
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
1 jam yang lalu
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
1 jam yang lalu
Infografis
Geser Taylor Swift,...
Geser Taylor Swift, Lucy Guo Jadi Wanita Terkaya Termuda di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved