Harga Minyak Mentah Dunia Turun di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Selasa, 21 Januari 2020 - 11:18 WIB
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Turun di Tengah Kekhawatiran Pasokan
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada perdagangan, Selasa (21/1/2020) ketika sebagian investor sepertinya bakal mendongkrak pasokan. Hal ini setelah sebelumnya dua ladang minyak utama di Libya dipaksa berhenti beroperasi ketika adanya blokade militer.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan lebih rendah 30 sen atau 0,5% ke posisi USD64,90 per barel pada pukul 03.18 GMT. Sebelumnya Brent sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu pekan, pada perdagangan awal pekan kemarin.

Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas intermediate (WTI) turun 14 sen yang setara dengan 0,2% menjadi USD58,40/barel. "Setiap kali kita mendapatkan peristiwa geopolitik besar, pasar naik dan semua orang melihat bahwa sebagai kesempatan untuk menjual," kata Tony Nunan, manajer risiko minyak di Mitsubishi Corp di Tokyo.

Dua ladang minyak utama di barat daya Libya mulai dimatikan pada hari minggu setelah pipa ditutup, dimana berpotensi mengurangi output nasional ke sebagian kecil dari tingkat normal, ucap National Oil Corp (NOC). Sebuah dokumen yang dikirim ke pedagang minyak dan dilihat oleh Reuters pada hari Senin mengatakan NOC telah menyatakan Force Majeure -sebuah pengabaian pada kewajiban kontraktual- pada pemuatan dari El Sharara dan El Feel ladang minyak di barat daya Libya.

Jika ekspor Libya dihentikan dan berkelanjutan, tangki penyimpanan akan mengisi dalam beberapa hari dan produksi akan melambat menjadi 72.000 barel per hari (BPD), kata juru bicara NOC. Libya sendiri telah memproduksi sekitar 1.200.000 BPD baru-baru ini.

Sedangkan kerusuhan anti-pemerintah di Irak, produsen minyak besar lainnya, juga mendukung harga minyak awalnya. Tetapi para pejabat kemudian mengatakan produksi di ladang minyak Selatan belum terpengaruh oleh kerusuhan. Gangguan suplai apa pun dapat diimbangi dengan peningkatan output dari organisasi negara pengekspor minyak (OPEC), yang dapat membatasi dampak pada pasar minyak global, seperti disampaikan kepala badan industri minyak bumi Jepang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
1 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
2 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
4 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
5 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
6 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
7 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved