TSG Gandeng 10 Perusahaan RI Garap Megaproyek di Kongo

Rabu, 22 Januari 2020 - 17:57 WIB
TSG Gandeng 10 Perusahaan...
TSG Gandeng 10 Perusahaan RI Garap Megaproyek di Kongo
A A A
JAKARTA - The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya, PT TSG Utama Indonesia dan Titan Global Capital Pte Ltd, menggandeng 10 perusahaan Indonesia untuk berkolaborasi melakukan ekspansi bisnis ke Republik Demokratik Kongo (Democratic Republic Of The Congo/DRC), Afrika.

Ke 10 perusahaan tersebut adalah PT Eijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA); PT Industri Kereta Api/INKA (Persero); PT Len Industri (Persero); PT Dirgantara Indonesia (Persero); PT Merpati Nusantara Airlines (Persero); PT Naga Putih Nusantara (NPN) dan PT Nabati Agro Sumatera (NAS); PT Widodo Makmur Unggas (WMU); PT LMP Property & Construction dan PT Aero Bahteranusa Palapa (ABP).

Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Indonesia Africa Forum (IAF) 2018 dan Asia Africa Infrastructure Dialogue 2019 yang dihelat di Bali. Saat itu, Indonesia dan Afrika bersepakat untuk menjajaki pengembangan bisnis baru di sektor industri strategis, infrastruktur, pembiayaan, pertambangan, tekstil, pemeliharaan pesawat dan perdagangan komoditas.

"Skema kolaborasi atau kerja sama yang dilakukan berupa joint operation bisnis. Ada beberapa juga yang Joint Venture, terutama dengan pihak swasta," kata CEO TSG Global Holdings, Rubar Sandi dalam jumpa persnya di Hotel The Ritz Carlton Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Turut hadir dalam kesempatan ini CEO TSG Indonesia Syaiful Idham, CEO Titan Global Capital - Gerry Loke, Direktur Utama (Dirut) WIKA Tumiyana, Dirut INKA Budi Noviantoro, Dirut PTDI Elfien Goentoro, Dirut MNA Asep Ekanugraha, dan Direktur Operasional LEN Linus Andor Mulana Sijabat.

Di DRC, TSG Global Holdings bersama WIKA, dan Len akan mengerjakan pembangunan electric solar panel berkapasitas 200 Megawatt (MW). Proyek ini juga akan berkolaborasi dengan Sunplus SARL. Di samping itu, WIKA juga tidak menutup kemungkinan akan mengerjakan proyek pembangunan Bendungan (Water Dam) di DRC.

Selain megaproyek solar panel dan bendungan, bersama PT INKA, TSG Global Holdings juga akan berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur kereta sepanjang 1.700 Kilometer, pembelian rolling stock, hingga Light Rail Transit (LRT) dari kota ke bandara di DRC.

Sementara di sektor penerbangan, TSG Global Holdings bersama Merpati Nusantara Airlines akan menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan penerbangan di Afrika, khususnya DRC, untuk membuka rute pengangkutan Cargo Indonesia-Afrika. Termasuk juga kerja sama dalam hal Maintenance Repair and Overhaul (MRO) dan Training Centre.

Adapun TSG Global Holdings juga akan melakukan kerja sama dalam pembelian pesawat NC 212i buatan PT Dirgantara Indonesia.

Menurut Rubar, alasan pihaknya memilih mengembangkan bisnis ke Republik Demokratik Kongo dikarenakan memang saat ini beberapa investor USA sedang membuat target investasi di Asia Tenggara dan Afrika, terlebih Pemerintah USA memberikan dukungan penuh kepada investor yang memiliki rencana investasi di Asia Tenggara dan Afrika.

"Dan kenapa kami memilih berkolaborasi dengan perusahaan Indonesia, karena Indonesia adalah negara terbesar, yang telah menggelar Indonesia - Africa Forum pada 2018 dan Asia Africa Infrastructure Dialogue pada 2019. Maka dari itu TSG sangat tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia, baik BUMN maupun swasta," tutur Rubar.

Selain BUMN, TSG bersama lima perusahaan swasta Indonesia juga turut mengembangkan sektor lainnya di DRC. Dimana PT WMU akan mengembangkan peternakan unggas dengan teknologi terbarukan, PT NPN membangun pabrik pakan ternak, PT NAS untuk pengadaan stok minyak sawit, PT LMP Property & Construction akan melakukan pengembangan kota satellite di beberapa provinsi di DRC, dan PT ABP akan mengembangkan bisnis transportasi laut dan sungai di wilayah DRC.

Rubar berharap, kolaborasi ini dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan pembangunan Republik Demokratik Kongo, dan perusahaan-perusahaan Indonesia. Sekaligus menjadi langkah nyata atas hubungan baik antara Indonesia dengan Afrika.

"Dengan adanya kolaborasi ini, ke depan akan lebih banyak lagi kegiatan bisnis antara perusahaan Amerika dengan perusahaan Indonesia, baik untuk kegiatan bisnis di Indonesia sendiri maupun di luar negeri," tutupnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Banjir Dahsyat Landa...
Banjir Dahsyat Landa Republik Demokratik Kongo, 169 Tewas
Satgas TNI Konga Berhasil...
Satgas TNI Konga Berhasil Sadarkan 32 Milisi Republik Demokratik Kongo
RI dan Republik Demokratik...
RI dan Republik Demokratik Kongo Perkuat Kolaborasi Bangun Pasar Karbon Berintegritas Tinggi
Strategi Perusahaan...
Strategi Perusahaan Teknologi Indonesia Ekspansi ke Pasar Global
Ekspansi Global, Bukalapak...
Ekspansi Global, Bukalapak Perkuat Ekosistem Gaming lewat Joytify
OSL Group Kantongi Pendanaan...
OSL Group Kantongi Pendanaan USD200 Juta Percepat Ekspansi Global
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved