Jokowi Bandingkan Inklusi Keuangan RI dengan Negara ASEAN, Masih Rendah

Selasa, 28 Januari 2020 - 17:59 WIB
Jokowi Bandingkan Inklusi...
Jokowi Bandingkan Inklusi Keuangan RI dengan Negara ASEAN, Masih Rendah
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan instruksi agar inklusi keuangan Indonesia terus digenjot, meski trennya mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Akan tetapi terang dia, angka tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lainnya.

“Indeks inklusi keuangan dari 67,8% di 2016 jadi 76,19% di 2019. Saya ingin bandingkan, inklusi keuangan di negara lain. Di ASEAN saja, Singapura sampai 98%. Kita masih di angka 70%, Malaysia 85%, Thailand 82%. Kita masih di bawah mereka sedikit,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (28/1/2020).

Dia pun meminta agar jasa keuangan memprioritaskan perluasan dan kemudahan akses layanan keuangan formal di seluruh lapisan masyarakat. Dia juga meminta agar lembaga keuangan mikro juga diperluas. “Sehingga mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang tidak terjangkau oleh layanan perbankan,” ungkapnya.

Selain itu dia meminta layanan digital berbasis internet terus dikembangkan sehingga akan dapat meningkatkan layanan keuangan di seluruh wilayah tanah air. Indonesia yang merupakan negara kepulauan diakui Jokowi sehingga perlu layanan keuangan digital berbasis internet.

“Hal ini juga didukung oleh penetrasi pengguna internet relatif tinggi 64,8% atau kurang lebih 170 juta orang dari total penduduk indonesia. Fintech, digitalisasi keuangan bisa jadi alternatif pembiayaan mudah dan cepat dan tercatat. Outstanding pinjaman kredit fintech mencapai Rp. 12,18 triliun atau meningkat 141% di November 2019,” paparnya.

Lebih lanjut Jokowi menekankan, pendalaman sektor jasa keuangan dengan menggali potensi jasa keuangan nonbank, asuransi, pasar modal, dana pensiun. Dia meminta agar dapat memanfaatkan uang yang ada agar ekonomi nasional dapat tertolong pendanaan dari investor domestik.

“Terakhir perlindungan nasabah dan konsumen sehingga masyarakat mudah, aman dan nyaman mengakses keuangan formal. Sehingga kepercayaan masyarakat hal yang penting dan mutlak bagi industri jasa dan keuangan,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemitraan MNC Finance...
Kemitraan MNC Finance dan Win Solution Beri Layanan Pembiayaan Unggulan
Transformasi Digital...
Transformasi Digital UMKM Pacu Inklusi Keuangan
Bulan Inklusi Keuangan...
Bulan Inklusi Keuangan 2024, PNM Turut Wujudkan Keuangan Inklusif
Membangun Kesadaran...
Membangun Kesadaran dan Pemahaman Masyarakat Terhadap Produk Fintech Lending
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi dan Keamanan Keuangan, Jalin Gelar Petualangan Inklusi Bersama Teman Tuli di Museum BI
Inklusi Keuangan PastiJadiLebih...
Inklusi Keuangan PastiJadiLebih Xperienc
Berita Terkini
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
1 jam yang lalu
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
1 jam yang lalu
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
1 jam yang lalu
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
1 jam yang lalu
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
2 jam yang lalu
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved