Investasi 2019 Meningkat, Ekonom: 2020 Bakal Lebih Berat
Rabu, 29 Januari 2020 - 13:13 WIB
Investasi 2019 Meningkat, Ekonom: 2020 Bakal Lebih Berat
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudisthira menilai tantangan investasi 2020 bakal lebih menantang. Jika pada tahun lalu investasi meningkat, tahun ini tekanan global berpotensi menekan investasi.
Sebagai catatan, investasi 2019 meningkat mencapai Rp809,6 triliun. Capaian tersebut setara 102,2% dari target pemerintah yang sebesar Rp792 triliun.
Realiasi itu juga tercatat lebih tinggi dari sepanjang tahun 2018 yang mencapai Rp721,3 triliun. Pada periode tersebut realiasinya hanya 94,3% dari target yang sebesar Rp765 triliun.
"(Tahun 2020) masih cukup berat tantangannya karena ada tekanan global yang bakal menekan investasi Indonesia," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Dia pun melanjutkan, tekanan global seperti wabah virus corona yang mempengaruhi ekonomi di kawasan Asia. Belum lagi ada Pilpres AS dan polemik pemakzulan presiden Donald Trump. "Beberapa investor asal negara maju kmungkinan akan wait and see dulu," jelasnya.
Sebagai informasi, realisasi investasi tahun 2019 tersebut, ditopang oleh investasi langsung dari asing yang menyumbang 52,3% dari total investasi. Sedangkan investasi dari dalam negeri tercatat menyumbang 47,7% dari total investasi.
Secara rinci, dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp386,5 triliun, atau setara 125,4% dari target Rp208,3 triliun. Juga dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp423,1 triliun atau hanya setara 87,5% dari target Rp483,7 triliun.
Adapun untuk realisasi investasi kuartal IV/2019, tercatat sebesar Rp208,3 triliun. Terdiri dari capaian PMDN sebesar Rp103 triliun dan PMA sebesar Rp105,3 triliun.
Realiasi di kuartal IV/2019 tersebut naik 12% bila dibandingkan dengan periode kuartal IV/2018 yang sebesar Rp185,9 triliun. Begitu pula bila dibandingkan dengan kuartal III-2019 yang sebesar Rp205,7 triliun atau naik 1,3%.
Sebagai catatan, investasi 2019 meningkat mencapai Rp809,6 triliun. Capaian tersebut setara 102,2% dari target pemerintah yang sebesar Rp792 triliun.
Realiasi itu juga tercatat lebih tinggi dari sepanjang tahun 2018 yang mencapai Rp721,3 triliun. Pada periode tersebut realiasinya hanya 94,3% dari target yang sebesar Rp765 triliun.
"(Tahun 2020) masih cukup berat tantangannya karena ada tekanan global yang bakal menekan investasi Indonesia," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Dia pun melanjutkan, tekanan global seperti wabah virus corona yang mempengaruhi ekonomi di kawasan Asia. Belum lagi ada Pilpres AS dan polemik pemakzulan presiden Donald Trump. "Beberapa investor asal negara maju kmungkinan akan wait and see dulu," jelasnya.
Sebagai informasi, realisasi investasi tahun 2019 tersebut, ditopang oleh investasi langsung dari asing yang menyumbang 52,3% dari total investasi. Sedangkan investasi dari dalam negeri tercatat menyumbang 47,7% dari total investasi.
Secara rinci, dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp386,5 triliun, atau setara 125,4% dari target Rp208,3 triliun. Juga dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp423,1 triliun atau hanya setara 87,5% dari target Rp483,7 triliun.
Adapun untuk realisasi investasi kuartal IV/2019, tercatat sebesar Rp208,3 triliun. Terdiri dari capaian PMDN sebesar Rp103 triliun dan PMA sebesar Rp105,3 triliun.
Realiasi di kuartal IV/2019 tersebut naik 12% bila dibandingkan dengan periode kuartal IV/2018 yang sebesar Rp185,9 triliun. Begitu pula bila dibandingkan dengan kuartal III-2019 yang sebesar Rp205,7 triliun atau naik 1,3%.
(ind)
Lihat Juga :