Pemerintah Genjot Produksi Kakao Melalui Penyediaan Pupuk Khusus

Rabu, 29 Januari 2020 - 19:31 WIB
Pemerintah Genjot Produksi...
Pemerintah Genjot Produksi Kakao Melalui Penyediaan Pupuk Khusus
A A A
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus mendukung peningkatan produksi kakao di dalam negeri. Diakui produktivitas kakao terus mengalami penurunan dari biasanya 700.000-800.000 ton, menyusut menjadi 250.000 ribu ton.

"Tapi kemungkinan untuk meningkatkan produktivitas tersebut masih terbuka luas. Dan salah satu penunjang dalam peningkatan produktivitas tersebut adalah penyediaan pupuk khusus kakao dan akses pekebun kakao terhadap bahan tanam kakao yang berkualitas," kata Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Peningkatan produksi kakao akan dilakukan dengan menetapkan wilayah ujicoba distribusi dan penggunaan pupuk khusus Kakao. Adapun pupuk khusus Kakao diupayakan melalui skema subsidi. Produksinya akan dilakukan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Pupuk khusus Kakao dikembangkan oleh Cocoa Sustainability Partnership (CSP) berdasarkan masukan dari para petani Kakao di Indonesia. CSP menjadi mitra pemerintah menyasar pentingnya Pupuk khusus Kakao yang disebut sebagai Pupuk NPK Formula.

Direktur Eksekutif CSP Wahyu Wibowo mengatakan, distribusi dan penerapan alokasi pupuk subsidi untuk kakao tersebut, sangatlah diharapkan dukungan yang lebih besar dari semua pihak di tahun 2020, sehingga di tahun-tahun selanjutnya wilayah distribusinya bisa diserap.

"Harapannya distribusinya nanti bisa menjangkau semua wilayah sentra pengembangan Kakao berkelanjutan yang tersebar di Pulau Sumatera hingga Pulau Papua," ucapnya.

Dengan membangun koordinasi yang solid antara anggota-anggota CSP dan beberapa pemerintah daerah, maka ditetapkan bahwa untuk wilayah ujicoba distribusi dan penerapan pupuk khusus kakao bersubsidi akan dilaksanakan di empat kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan (Kabupaten Pinrang, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur), dan dua kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah (Kabupaten Poso, dan Kabupaten Parigi Moutong).
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Berita Terkini
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
10 menit yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
30 menit yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
44 menit yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
55 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
59 menit yang lalu
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
1 jam yang lalu
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved