Menakar Peluang di Balik Wabah Virus Corona

Rabu, 12 Februari 2020 - 19:49 WIB
Menakar Peluang di Balik...
Menakar Peluang di Balik Wabah Virus Corona
A A A
JAKARTA - Penyebaran wabah virus Novel Corona diyakini akan berdampak negatif terhadap perekonomian domestik maupun global. Misalnya pertumbuhan ekonomi di China sendiri maupun sejumlah negara mitra dagang termasuk Indonesia yang diprediksi bisa di bawah 5% tahun ini.

Namun Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar mengatakan, dalam kondisi seperti ini harus mampu mengambil momentum ekonomi di balik kekhawatiran dampak negatif tersebut. Kondisi ini menurutnya bisa menjadi kesempatan melakukan perbaikan serta memetakan sejumlah potensi ekspor komoditas Indonesia.

"Memang prediksi-prediksi itu cukup obyektif dan masuk akal. Tapi kita juga meyakini, justru di tengah kondisi itu harus mampu mengambil momentum ekonomi di balik kekhawatiran dampak negatif tersebut. Mulai dari menggenjot promosi sektor wisata termasuk hotel dan restoran, membenahi sektor perdagangan dan industri hingga memetakan ulang sejumlah potensi ekspor komoditas Indonesia," ujar Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Pria yang juga mantan Ketua Fraksi PKB ini menambahkan, efek negatif itu antara lain sangat terasa malah dimanfaatkan oleh kalangan importir hingga pemain besar komoditi bawang putih di mana China sebagai produsen terbesarnya. Dua pekan terakhir, harga bawang putih meroket Rp60.000 per kilogram di pasar-pasar di Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar) bahkan di Bengkulu dan Sulawesi Utara (Sulut). Bukan sekali ini bawang putih melonjak tak wajar, termasuk praktik kartelnya.

"Itu bukti bahwa yang cerdik memanfaatkan momentum negatif kasus corona virus malah kalangan importir, spekulan dan penimbun. Karena itu, beberapa kementerian terkait khususnya Kementan dan Kemendag mesti ekstra mewaspadai dan mengambil langkah-langkah cerdas mendorong pertumbuhan ekonomi dan lebih peduli kepada pengusaha kecil menengah serta kepentingan warga masyarakat," tutur mantan Menteri Desa-PDTT ini.

Diingatkan pula, sejumlah komoditi kebutuhan pokok pangan seperti daging sapi, kedelai, cabai, jagung bahkan garam masih mengandalkan impor. Karena itu, sangat jelas, saat ini dan ke depan menjadi momentum langka di tengah kekhawatiran dampak wabah corona, buat membenahi produktivitas, tata kelola, distribusi, pengolahan, hingga pemasaran komoditas agrobisnis Indonesia. Termasuk sektor pariwisata dan logistik transportasi darat, laut dan udara.

"Mengapa demikian? Sebab, dibanding misalnya Hongkong dan Singapura yang juga sudah terdampak wabah Corona secara ekonomi, Indonesia agak beruntung mempunyai ceruk pasar dan konsumsi penduduk yang besar serta masih tersubsidi di beberapa sektor perekonomian," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
1 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
1 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
2 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
2 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
2 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved