Indonesia Jadi Ketua Dewan Pengarah IFAD 2020-2022

Kamis, 13 Februari 2020 - 21:31 WIB
Indonesia Jadi Ketua...
Indonesia Jadi Ketua Dewan Pengarah IFAD 2020-2022
A A A
JAKARTA - Gubernur Badan Internasional untuk Pendanaan Pembangunan Pertanian/International Fund for Agricultural Development (IFAD) Indonesia, yaitu Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Suminto, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua (Chairperson) Dewan Pengarah IFAD untuk periode 2020-2022.

Keputusan ini dicapai dalam Sidang ke-43 Dewan Pengarah (Governing Council) IFAD yang berlangsung pada 11-12 Februari 2020 di Roma, Italia. Dewan Pengarah merupakan pengambil keputusan tertinggi dalam struktur IFAD, yang menentukan arah kebijakan dan strategi IFAD dalam melaksanakan mandatnya. Adapun Co-Chairperson terpilih adalah Gubernur IFAD Inggris dan Kamerun.

Pada tahun ini, sidang ke-43 IFAD Governing Council mengambil tema utama “Investasi dalam sistem pangan berkelanjutan guna mengentaskan kelaparan pada tahun 2030”.

Tema tersebut diambil mengingat tahun 2020 merupakan tahun kelima implementasi SDGs (Sustainable Development Goals), namun pengentasan kelaparan dan malnutrisi sebagai tujuan ke-dua SDGs masih jauh dari target capaian, dimana terdapat 821 juta orang di seluruh dunia yang masih menderita kelaparan.

"Selain membahas kebijakan-kebijakan strategis dan operasional IFAD, dalam Sidang ini para Gubernur juga membahas beberapa topik terkait investasi dalam sistem pangan yang berkelanjutan," ujar Plt Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Dalam pembahasan ini, Indonesia antara lain menyampaikan salah satu prioritas Indonesia dalam pencapian SDGs, yaitu pemberdayaan petani kecil dengan memberikan kemudahan akses terhadap modal dan pasar yang lebih luas. Peningkatan investasi dapat meningkatkan kemampuan manajemen, pengolahan, penyimpanan serta pemasaran dalam rangka menambah kapasitas produksi petani kecil.

"Indonesia menegaskan bahwa upaya dan komitmen pemerintah disertai dukungan dari sektor swasta, serta pemangku kepentingan lainnya, merupakan kunci bagi kesuksesan pencapaian SDGs, utamanya dalam penanggulangan kemiskinan bagi petani," jelasnya.

IFAD yang saat ini beranggotakan 177 negara merupakan satu-satunya institusi keuangan internasional yang memiliki mandat khusus untuk mendorong investasi di kawasan pedesaan serta mendukung pengembangan kapasitas petani kecil.

Sejak tahun 1978, IFAD telah menyalurkan hibah dan pinjaman berbunga rendah sebesar USD22,4 miliar, yang mampu menyentuh sekitar 512 juta jiwa petani kecil di berbagai negara berkembang di seluruh dunia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pentingnya Penerapan...
Pentingnya Penerapan TJSL Berbasis Sosial dan Lingkungan, Ini Penjelasannya
Kolaborasi Multi Pihak...
Kolaborasi Multi Pihak Jadi Kunci Tercapainya SDGs
Bayer Indonesia Konsisten...
Bayer Indonesia Konsisten Tingkatkan Bisnis Berkelanjutan
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Dorong Bisnis Berkelanjutan
Implementasikan SDGs,...
Implementasikan SDGs, IDSurvey Gelar Aksi Donor Darah
Wujudkan World-Class...
Wujudkan World-Class Sustainable Banking Group, BRI Perkuat Kontribusi terhadap SDGs
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
2 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
2 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
3 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
4 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
4 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved