Saatnya Strategi Bakar Uang Perusahaan Startup Berhenti

Jum'at, 14 Februari 2020 - 18:45 WIB
Saatnya Strategi Bakar...
Saatnya Strategi Bakar Uang Perusahaan Startup Berhenti
A A A
JAKARTA - Praktik bakar uang yang kerap dilakukan perusahaan rintisan berbasis teknologi (startup) diyakini akan berakhir. Manajemen perusahaan dan termasuk para mitra terkait mulai harus berpikir keberlangsungan usaha secara jangka panjang.

"Tiap entitas punya kekuatan dan nafas masing-masing. Tapi saatnya berpikir bahwa situasi (bakar uang) akan jadi zero-sum game (satu pihak rugi, pihak lain untung). Harus berakhir," ujar Business Development Advisor Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero saat menghadiri paparan hasil penelitian Ipsos: 'Evolusi Dompet Digital: Strategi Menang Tanpa Bakar Uang' di hotel JW Marriott, Jakarta.

Perusahaan yang semula sebagai rintisan kemudian mendapat suntikan investasi besar dari institusi besar sekalipun, Poltak menegaskan, harus tetap menjalankan praktik tata kelola yang baik. "Semua ini masalah sustainability (keberlanjutan). Startup tidak bisa kayak koboy. Semakin ke sini harus semakin perhatikan GCG (Good Corporate Governance/tata kelola yang baik)," sarannya.

Sebab hanya dengan GCG, sambung dia sebuah perusahaan termasuk startup bisa berkelanjutan. Bertahan dan terus berkembang dalam jangka Panjang. "Ini (GCG) juga yang menjadi pegangan investor," imbuhnya.

Menghentikan praktik bakar uang bukan sekadar menyelamatkan perusahaan dan para pihak terlibat di dalamnya, tetapi menurutnya juga menyelamatkan industri. Salah satunya untuk mulai mengetahui kebutuhan konsumen secara riil.

"Jadi untuk mengetahui kebutuhan konsumen sebenarnya seperti apa. Bukan konsumen yang menggunakan karena ada promo saja karena kesannya jadi mengada-ada. Promo boleh saja dilakukan tetapi bukan yang terus-terusan," paparnya.

Selama masih terdistorsi oleh promo hasil aksi bakar uang, kata Poltak, tidak akan pernah ada gambaran sesungguhnya dari para pengguna produk atau jasa perusahaan. "Silakan bakar duit tapi apa anda yakin bisa dapat gambaran yang riil dan spesifik?" terusnya.

Ketika hal tersebut terjadi, Ia meyakini, bakar uang yang dilakukan tidak akan pernah kembali menjadi sebuah keuntungan. "Ini alasan yang cukup jelas. Jika praktik bisnis anda tidak melahirkan data yang baik, percuma!" tegasnya.

Poltak memberi contoh bagaimana startup co-working space, WeWork dan investornya SoftBank harus menerima kegagalan karena terlalu banyak bakar uang. Salah satu imbasnya adalah gagal masuk bursa saham (IPO).

"Kita bisa lihat dalam prospektus WeWork waktu mau IPO itu banyak hal tidak sustainability dan benturan kepentingan," ucap Poltak.

Analis menilai model bisnis bakar uang seperti dilakukan WeWork yang merupakan startup asal Amerika Serikat itu tidak selalu bagus untuk masa depan perusahaan.

Data Crunchbase mencatat, SoftBank telah menyuntik dana ke WeWork hingga USD 10,4 miliar. Investasi terakhir dari SoftBank mencapai USD 2 miliar. Sekitar USD 700 juta atau setara hampir Rp10 triliun per kuartalnya digunakan untuk promosi dengan model bakar uang.

Setelah kegagalan IPO tersebut, WeWork diisukan menghadapi risiko bankrupt (bangkrut).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
Starventure Hadir Berikan...
Starventure Hadir Berikan Bantuan untuk Startup dan Pelaku Bisnis Tahap Awal
Tak Mau Kalah, Startup...
Tak Mau Kalah, Startup Lokal Mampu Bersaing di Internasional
Mantan Director Coca...
Mantan Director Coca Cola Budi Isman Jabat Komisaris Startup Teknologi Logistik Kiriminaja
Ini 5 Startup Indonesia...
Ini 5 Startup Indonesia Paling Banyak Dicari Pekerja di LinkedIn
Dunia Digital Kian Berkembang,...
Dunia Digital Kian Berkembang, Startup Ini Tawarkan Solusi Inovatif untuk Industri Logistik
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
44 menit yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
1 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
2 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
2 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved