Trump Kenakan Tarif Impor 32% ke Indonesia, Ini yang Dilakukan BI
Sabtu, 05 April 2025 - 22:00 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) memonitor perkembangan pasar keuangan global dan juga domestik antisipasi pengenaan tarif dari AS. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan pengenaan tarif impor tinggi kepada puluhan negara yang menjalankan perdagangan signifikan dengan Amerika Serikat. Dalam hal ini, Indonesia dikenai tarif 32%.
Pasca kebijakan tersebut, Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa pihaknya terus memonitor perkembangan pasar keuangan global dan juga domestik. BI menjelaskan bahwa setelah pengumuman tersebut dan kemudian disusul oleh pengumuman retaliasi tarif oleh Tiongkok pada 4 April 2025, pasar bergerak dinamis.
"Di mana pasar saham global mengalami pelemahan dan yield US Treasury mengalami penurunan hingga jatuh ke level terendah sejak Oktober 2024," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya, Sabtu (5/4/2025).
Baca Juga: China Balas Tarif Impor 34% Semua Barang dari AS, Trump: Mereka Panik!
Lebih lanjut Ramdan menyebut, BI tetap berkomitmen untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, terutama melalui optimalisasi instrumen triple intervention (intervensi di pasar valas pada transaksi spot dan DNDF, serta SBN di pasar sekunder) dalam rangka memastikan kecukupan likuiditas valas untuk kebutuhan perbankan dan dunia usaha serta menjaga keyakinan pelaku pasar.
Pasca kebijakan tersebut, Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa pihaknya terus memonitor perkembangan pasar keuangan global dan juga domestik. BI menjelaskan bahwa setelah pengumuman tersebut dan kemudian disusul oleh pengumuman retaliasi tarif oleh Tiongkok pada 4 April 2025, pasar bergerak dinamis.
"Di mana pasar saham global mengalami pelemahan dan yield US Treasury mengalami penurunan hingga jatuh ke level terendah sejak Oktober 2024," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya, Sabtu (5/4/2025).
Baca Juga: China Balas Tarif Impor 34% Semua Barang dari AS, Trump: Mereka Panik!
Lebih lanjut Ramdan menyebut, BI tetap berkomitmen untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, terutama melalui optimalisasi instrumen triple intervention (intervensi di pasar valas pada transaksi spot dan DNDF, serta SBN di pasar sekunder) dalam rangka memastikan kecukupan likuiditas valas untuk kebutuhan perbankan dan dunia usaha serta menjaga keyakinan pelaku pasar.
Lihat Juga :