Virus Corona Lebih Berdampak pada Ekonomi Dunia Ketimbang SARS

Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:25 WIB
Virus Corona Lebih Berdampak...
Virus Corona Lebih Berdampak pada Ekonomi Dunia Ketimbang SARS
A A A
JAKARTA - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan penyebaran wabah virus corona jenis baru "jelas lebih berdampak" pada ekonomi dunia ketimbang epidemi SARS 2002-2003. Dampak penyebaran wabah virus corona sangat besar terhadap ekonomi global karena China saat ini berkontribusi 17% terhadap ekonomi global.

Pada kasus wabah SARS tahun 2002-2003, ekonomi China hanya berkontribusi sekitar 4% terhadap ekonomi global, atau telah terjadi kenaikan empat kali lipat lebih.

Peneliti untuk pemerintah China juga menyatakan bahwa wabah virus corona diperkirakaan dapat mengurangi 1 persentase tingkat pertumbuhan ekonomi Negeri Panda di tahun 2020.

Bahkan S&P Global Ratings telah menurunkan perkiraan pertumbuhan China di tahun 2020 dari sebelumnya 5,7% menjadi 5% akibat wabah virus yang bersumber dari Wuhan itu.

Sementara itu, Direktur PT. Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, awal pekan ini pasar sempat menguat setelah Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan tambahan khasus baru virus corona dengan tren melambat.

"Tambahan khasus ini merupakan tambahan terendah sejak akhir Januari. Ini menimbulkan optimisme bahwa penyebaran virus corona sudah mulai mampu di atasi," ujar dia di Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Menurut dia, dampak ekonomi dari virus corona akan sangat diperhatikan pelaku pasar dan menjadi tekanan bagi pasar keuangan dunia bila wabah corona belum dapat ditanggulangi.

Mengingat cukup banyak produk yang Indonesia beli dari China, maka dampak virus corona akan punya pengaruh pada perekonomian Indonesia.

Pernyataan penasihat kesehatan China bahwa wabah virus corona diperkirakan akan segera mencapai puncaknya dan diperkirakan akan berakhir April.

"Kami perkirakaan ketika wabah virus korona mencapai puncak dan mulai turun itulah waktu pasar keuangan dunia kembali akan menguat. Sempat menunjukan tren tersebut di awal pekan tetapi perubahan metode perhitungan telah mengubah tren tersebut," beber Hans.

Data penyebaran virus corona belum mengkonfirmasi puncak dari kasus yang terjadi tetapi Hans menilai pasar pekan depan akan rebound mengingat penurunan yang hampir terjadi setiap hari di bursa Indonesia selama sepekan ini dan pasar global mulai memberikan tanda-tanda kenaikan.

"Pelaku pasar kami rekomendasikan melakukan pembelian ketika pasar melemah seperti sekarng ini. Area support IHSG adalah di level 5.843 sampai 5.767 dan resistnace di level 5.929 sampai 6.013," katanya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IMF Naikkan Perkiraan...
IMF Naikkan Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi China Menjadi 8,4%
IMF: China Akan Jadi...
IMF: China Akan Jadi Pendorong Ekonomi Terbesar Dunia 5 Tahun ke Depan
IMF Merevisi Perkiraan...
IMF Merevisi Perkiraan Pertumbuhan Ekonomi China di 2023 dan 2024
IMF: Fragmentasi Ekonomi...
IMF: Fragmentasi Ekonomi AS-China Rugikan Pertumbuhan Global
Meski Ekonomi Global...
Meski Ekonomi Global Melambat, IMF Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5%
IMF: Pertumbuhan Ekonomi...
IMF: Pertumbuhan Ekonomi dan PDB RI Tembus Rp22,729 Triliun
Berita Terkini
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
13 menit yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
34 menit yang lalu
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
2 jam yang lalu
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
3 jam yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved