Besaran Diskon Wisata Masih Dikaji Agar Efektif Dongkrak Turis

Selasa, 18 Februari 2020 - 06:36 WIB
Besaran Diskon Wisata...
Besaran Diskon Wisata Masih Dikaji Agar Efektif Dongkrak Turis
A A A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan pemberian stimulus atau insentif bagi sektor pariwisata Indonesia untuk merespon dampak wabah virus corona akan ditetapkan secepatnya.

Besaran perhitungan diskon juga masih belum ditetapkan antara 25%-30% ke destinasi-destinasi wisata di Indonesia, seperti Bali, Likupang, Bintan, Batam, Yogyakarta, Lombok, Labuan Bajo, dan destinasi wisata lainnya.

“Minggu ini kita tetapkan, Karena besok kami rapat lanjutan," ujarnya usai rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Menurut dia, insentif rencananya diberikan ke seluruh industri pariwisata, tidak hanya maskapai penerbangan saja. Untuk itu, harus ada kerja sama dan sinergi lintas kementerian/lembaga (K/L).

"Kami akan koordinasi dengan kementerian terkait, agar diskon yang diberikan akan efektif sehingga memberikan dampak pariwisata serta menggerakan pariwisata nusantara. Kami juga mengimbau K/L lain bisa menggelar rapat-rapat dan sebagainya di destinasi wisata,” tuturnya.

Wishnutama juga menjelaskan bahwa pemberian insentif bagi maskapai penerbangan salah satunya dimaksudkan untuk mendorong maskapai agar segera mengisi kekosongan slot penerbangan di sejumlah bandara.

“Itu juga salah satu yang kita lakukan. Misalnya memberikan diskon harga ‘landing fee’ yang lebih murah. Atau harga ‘fuel’ yang lebih murah atau kompetitif. Hal itu kita masih bahas. Ini banyak sekali komponen untuk menyelamatkan industri pariwisata kita,” katanya.

Sebelumnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan 33 maskapai yang beroperasi di Indonesia.

Kemenparekraf berencana memberikan bantuan promosi dengan membuat bundled package penerbangan, akomodasi, dan atraksi dengan harga yang kompetitif, bekerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) dan juga Travel Agent/Tour Operator (TA/TO). Selain itu juga memberikan bantuan promosi dengan skema joint promotion.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam ratas juga membahas mengenai upaya pemerintah untuk mengatasi dampak wabah virus corona terhadap sektor pariwisata. Salah satu upaya yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah adalah pemberian diskon atau insentif, baik untuk wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

"Diskon atau insentif bagi wisman yaitu 30% dari tarif riil. Tapi nanti kita putuskan, ini belum diputuskan. Mungkin kita beri waktu selama 3 bulan ke depan, untuk destinasi-destinasi yang nanti juga akan kita putuskan," jelasnya.

"Untuk destinasi wisata ke mana, termasuk di dalamnya juga diskon untuk wisatawan domestik atau wisnus yang bisa nanti kita berikan juga minus 30% dan mungkin bisa saja untuk travel bironya diberi diskon yang lebih misalnya 50%, sehingga betul-betul menggairahkan dunia wisata kita karena memang sekarang baru ada masalah karena virus corona," paparnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenparekraf Bersiap...
Kemenparekraf Bersiap Buka Keran Wisatawan Mancanegara
Wishnutama : Penurunan...
Wishnutama : Penurunan Kunjungan Wisman Sesuai Perkiraan
11,4 Juta Wisman Mengunjungi...
11,4 Juta Wisman Mengunjungi Indonesia, Turis ASEAN Mendominasi
Wishnutama Kawal Penyaluran...
Wishnutama Kawal Penyaluran 5 Skema Bantuan Bagi UMKM Parekraf
Bantu Pelaku Parekraf...
Bantu Pelaku Parekraf Terdampak Corona, Wishnutama Pastikan Program Tepat Sasaran
Pemerintah Diminta Kenakan...
Pemerintah Diminta Kenakan Pajak Terhadap Travel Pariwisata Asing di Indonesia
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Bali Dibuka untuk Turis...
Bali Dibuka untuk Turis Asing, Wisata Nasional Kembali Berdaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved