Genjot Investasi, Jokowi Minta Jakarta dan Surabaya Ikut Aturan Pusat

Kamis, 20 Februari 2020 - 14:43 WIB
Genjot Investasi, Jokowi...
Genjot Investasi, Jokowi Minta Jakarta dan Surabaya Ikut Aturan Pusat
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar DKI Jakarta dan Surabaya untuk ikut aturan yang sudah disepakati dalam menggenjot investasi. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) tahun ini dari peringkat 73 menjadi 40-50 dunia di tahun ini.

"Kita ingin EoDB ranking-nya semakin baik, sehingga pemerintah pusat dan provinsi semuanya harus bekerja sama dalam garis yang sama dari yang sudah disepakati baik di DKI Jakarta dan Jawa Timur (Surabaya)," ujar Jokowi di acara Rakornas Investasi Jakarta, Kamis (20/2/2020).

(Baca Juga: Kepala BKPM Sebut Ada Gubernur Rasa Presiden)

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinasi (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan bahwa Jakarta dan Surabaya menghambat peringkat EoDB Indonesia. Sebab, kedua daerah tersebut tidak melakukan integrasi perizinan investasi lewat online single submission (OSS) yang berada di naungan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Sebenarnya pemerintah pusat belum mengatur integrasi perizinan pemerintah daerah (pemda) dalam OSS. Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha hanya mewajibkan menteri/kepala lembaga untuk integrasi layanan perizinan berusaha dan fasilitas investasi ke OSS," jelasnya.

Sebagai informasi, ada lima catatan pemerintah untuk mendorong peringkat EoDB di tahun ini antara lain kemudahan dalam hal memulai usaha, mendirikan bangunan, penyambungan listrik, pendaftaran properti, dan akses perkreditan.

Hal ini sesuai dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau RUU omnibus law cipta kerja akan menjadi obat jangka panjang masalah kemudahan berbisnis di Indonesia. Bila, EoDB membaik diharapkan realisasi investasi di dalam negeri selama 2020-2024 mampu tumbuh rata-rata 11,7% setiap tahunnya.

Adapun di tahun ini, pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp886,3 triliun, naik 9,6% dari tahun sebelumnya. Angka tersebut merupakan kalkulasi penanaman modal dalam negeri (PMDA) dan penanaman modal asing (PMA). Pemerintah optimistis bisa tercapai, sebab realisasi tahun lalu tingga 102,2% dari target atau setara dengan Rp809,6 triliun.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Apresiasi Relokasi Investasi...
Apresiasi Relokasi Investasi ke RI, Jokowi Ajak Jepang Gabung Sovereign Wealth Fund
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Bersua Bos Exxon Mobil,...
Bersua Bos Exxon Mobil, Jokowi Singgung Rencana Investasi Rp232 Triliun
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
Jokowi Sebut Semua Negara...
Jokowi Sebut Semua Negara Berebut Mendapatkan Investasi
Jokowi Titip Investasi...
Jokowi Titip Investasi Besar Ditangani Gubernur Sendiri
Berita Terkini
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
11 menit yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
31 menit yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
45 menit yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
57 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
1 jam yang lalu
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
1 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved