Arab Tutup Kunjungan Umrah, Garuda Akui Bakal Merugi
Kamis, 27 Februari 2020 - 14:48 WIB
Arab Tutup Kunjungan Umrah, Garuda Akui Bakal Merugi
A
A
A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memastikan akan menanggung kerugian jika Kerajaan Arab Saudi untuk sementara menangguhkan kunjungan umrah bagi jamaah di seluruh dunia, termasuk Indonesia, akibat kekhawatiran akan penyebaran virus corona.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, penutupan penerbangan ke Arab ini akan berdampak pada turunnya pendapatan perseroan.
"Aakan ada penurunan pendapatan gara-gara penutupan penerbangan, apabila penutupan ke Tanah Suci. Implikasinya belum kita hitung lagi, tapi ini sudah pasti menimbulkan kerugian. Ini jadi tantangan direksi untuk memperbaiki kinerja. Kita berharap ini cepat berlalu," ujar Irfan di Jakarta, Kamis (27/2/2020).
Irfan mengaku masih menunggu arahan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terkait penangguhan penerimaan jamaah umrah serta penutupan rute Arab Saudi ini.
"Tadi pagi soal umrah Arab Saudi menutup kunjungan umrah dan membatasi kunjungan ke Masjid Nabawi, bagaimana dengan mereka yang sudah punya visa umrah dan untuk yang pulang, kita masih berkomunikasi. Kita juga ingin mengedepankan kepentingan pelanggan yg sudah memiliki visa umrah," jelasnya.
Dia pun menambahkan saat ini kerugian perseoran juga semakin tinggi. Hal ini disebabkan penutupan rute-rute luar negeri yakni ke China dikarenakan adanya wabah virus corona di negara tersebut.
"Pertama, soal virus corona, kita sudah menutup (penerbangan) ke China dan Thailand, tinggal Hong Kong, Jakarta, Singapura," jelasnya.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, penutupan penerbangan ke Arab ini akan berdampak pada turunnya pendapatan perseroan.
"Aakan ada penurunan pendapatan gara-gara penutupan penerbangan, apabila penutupan ke Tanah Suci. Implikasinya belum kita hitung lagi, tapi ini sudah pasti menimbulkan kerugian. Ini jadi tantangan direksi untuk memperbaiki kinerja. Kita berharap ini cepat berlalu," ujar Irfan di Jakarta, Kamis (27/2/2020).
Irfan mengaku masih menunggu arahan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terkait penangguhan penerimaan jamaah umrah serta penutupan rute Arab Saudi ini.
"Tadi pagi soal umrah Arab Saudi menutup kunjungan umrah dan membatasi kunjungan ke Masjid Nabawi, bagaimana dengan mereka yang sudah punya visa umrah dan untuk yang pulang, kita masih berkomunikasi. Kita juga ingin mengedepankan kepentingan pelanggan yg sudah memiliki visa umrah," jelasnya.
Dia pun menambahkan saat ini kerugian perseoran juga semakin tinggi. Hal ini disebabkan penutupan rute-rute luar negeri yakni ke China dikarenakan adanya wabah virus corona di negara tersebut.
"Pertama, soal virus corona, kita sudah menutup (penerbangan) ke China dan Thailand, tinggal Hong Kong, Jakarta, Singapura," jelasnya.
(fjo)
Lihat Juga :