Dana Asing Kabur dari Indonesia, Kurs Rupiah Makin Tenggelam

Kamis, 27 Februari 2020 - 18:23 WIB
Dana Asing Kabur dari...
Dana Asing Kabur dari Indonesia, Kurs Rupiah Makin Tenggelam
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, pelemahan kurs rupiah yang semakin dalam menjelang akhir pekan karena kekhawatiran investor terhadap virus corona yang terus meluas. Kondisi tersebut diyakini membuat dana asing banyak yang kabur dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia di dalamnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Nanang Hendarsah mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah hari ini masih merupakan dampak dari pelepasan portofolio asing dari aset emerging market termasuk dari Indonesia. Mereka diterangkan lebih memilih ke aset yang dipandang aman terutama obligasi pemerintah AS.

Oleh karenanya meningkatnya pembelian obligasi AS menyebabkan yieldnya turun hingga 1.30%."Hampir seluruh aset finansial negara emerging market (EM) tertekan dan Indonesia termasuk dalam satu basket portfolio EM," ujar Nanang di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Namun dia meyakini setelah risk off global karena wabah COVID 19 ini reda, dana asing akan kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia karena yield obligasi Indonesia masih menawarkan imbal hasil (yield SBN 10th saat ini di 6.67%) yang tertinggi dalam skala negara EM, di tengah besarnya likuditas global saat ini karena ekspansi likuditas di negara negara maju.

"Secara fundamental kondisi ekonomi Indonesia juga dalam posisi yang lebih resilien dibandingkan negara PEER. BI tetap berada di pasar spot, bond, dan DNDF untuk memastikan volatilitas kurs rupiah tetap terkelola dalam batas yang wajar," jelasnya.

Pada akhir sesi, kurs rupiah berakhir anjlok 85 poin atau 0,61% ke Rp14.025/USD. Berdasarkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini ambruk ke Rp14.018 per USD setelah sebelumnya bertengger di posisi Rp13.966/USD.

Sedangkan Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah lesu hingga menyentuh level Rp14.020 per USD dari sebelumnya Rp13.860/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp13.860-Rp14.020/USD. Hasil ini membuat rupiah telah sakit alias melemah selama delapan hari berturut-turut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Rupiah Ambles Tembus...
Rupiah Ambles Tembus Rp17 Ribu, Perry Warjiyo Blak-blakan Soal Strategi Intervensi BI
7 Jurus BI Kuatkan Rupiah...
7 Jurus BI Kuatkan Rupiah usai Terkapar di Rp17.425, Pembelian Dolar Diperketat
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
38 menit yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
53 menit yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
1 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
1 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
2 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
2 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved