Dukung Konversi Pembangkit BBM ke Gas, Pertamina Investasi Rp25 T
Jum'at, 28 Februari 2020 - 16:50 WIB
Dukung Konversi Pembangkit BBM ke Gas, Pertamina Investasi Rp25 T
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyiapkan investasi sebesar USD1,3 miliar atau sekitar Rp25 triliun untuk membangun infrastruktur guna mendukung pasokan gas ke sejumlah pembangkit listrik milik PT PLN (Persero). Hal itu sebagai upaya perseroan mendukung konversi pembangkit listrik dari bahan bakar minyak (BBM) ke gas.
"Kami perlu investasi untuk membangun fasilitas gas seperti mini regasifikasi dan mini LNG plan. Anggaran yang diperlukan sebesar USD1,3 miliar," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, di Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Menurut dia, investasi pembangunan infrastruktur gas tersebut perlu diperlukan karena LNG plan yang dimiliki Pertamina baru di Bontan, Tangguh dan Arun. Sementara Pertamina bakal memasok LNG sebanyak 52 pembangkit listrik yang dikonversi ke gas sehingga perlu pengangkut gas dari kapal ke titik pembangkit. Dari kapal tersebut LNG harus diregasifikasi untuk masuk ke pembangkit.
"Karena titiknya sulit tidak mungkin dibangun pipa di laut. Maka kami memakai virtual pipeline seperti mini regasifikasi dan mini LNG," jelasnya.
Untuk mendukung pasokan gas tersebut, Pertamina menunjuk anak usahanya PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Adapun program konversi pembangkit BBM ke gas tersebut direncanakan selesai dalam dua tahun mendatang.
"Untuk tahap pertama kami akan selesaikan lima pembangkit. Dengan total kapasitas 535 megawatt (MW). Ada di Tanjung Selor, Sorong, Jayapura dan Gilimanuk," paparnya.
Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar menjelaskan bahwa pasokan di lima titik pembangkit tersebut akan dilakukan secara bertahap. Adapun lima pembangkit tersebut akan dipasok secara bertahap tahun ini.
"Pada September nanti ada dua pembangkit yang akan menggunakan gas. Sedangkan di Oktober dua pembangkit dan di bulan Desember satu pembangkit," ungkapnya.
Untuk tahap awal ini, imbuhnya, secara paralel akan membawa gas dari Tangguh, Arun dan Bontang ke lima titik pembangkit. Saat ini, PGN akan memulai pembangunan infrastruktur gas guna memasok di lima pembangkit tersebut.
"Kami akan membangun mini regasifikasi di lima titik tersebut. Untuk sementara pasokan gas akan kami bawa dari Arun dan Bontang. Kami akan menggunakan kapal dan membawa gas cair ke sana," jelasnya.
Meski begitu, pihaknya belum bisa merinci investasi yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur gas di lima pembangkit tersebut. Pasalnya setiap pembangkit memiliki kapasitas pasokan gas yang berbeda-beda.
"Kami perlu investasi untuk membangun fasilitas gas seperti mini regasifikasi dan mini LNG plan. Anggaran yang diperlukan sebesar USD1,3 miliar," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, di Jakarta, Jumat (28/2/2020).
Menurut dia, investasi pembangunan infrastruktur gas tersebut perlu diperlukan karena LNG plan yang dimiliki Pertamina baru di Bontan, Tangguh dan Arun. Sementara Pertamina bakal memasok LNG sebanyak 52 pembangkit listrik yang dikonversi ke gas sehingga perlu pengangkut gas dari kapal ke titik pembangkit. Dari kapal tersebut LNG harus diregasifikasi untuk masuk ke pembangkit.
"Karena titiknya sulit tidak mungkin dibangun pipa di laut. Maka kami memakai virtual pipeline seperti mini regasifikasi dan mini LNG," jelasnya.
Untuk mendukung pasokan gas tersebut, Pertamina menunjuk anak usahanya PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Adapun program konversi pembangkit BBM ke gas tersebut direncanakan selesai dalam dua tahun mendatang.
"Untuk tahap pertama kami akan selesaikan lima pembangkit. Dengan total kapasitas 535 megawatt (MW). Ada di Tanjung Selor, Sorong, Jayapura dan Gilimanuk," paparnya.
Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar menjelaskan bahwa pasokan di lima titik pembangkit tersebut akan dilakukan secara bertahap. Adapun lima pembangkit tersebut akan dipasok secara bertahap tahun ini.
"Pada September nanti ada dua pembangkit yang akan menggunakan gas. Sedangkan di Oktober dua pembangkit dan di bulan Desember satu pembangkit," ungkapnya.
Untuk tahap awal ini, imbuhnya, secara paralel akan membawa gas dari Tangguh, Arun dan Bontang ke lima titik pembangkit. Saat ini, PGN akan memulai pembangunan infrastruktur gas guna memasok di lima pembangkit tersebut.
"Kami akan membangun mini regasifikasi di lima titik tersebut. Untuk sementara pasokan gas akan kami bawa dari Arun dan Bontang. Kami akan menggunakan kapal dan membawa gas cair ke sana," jelasnya.
Meski begitu, pihaknya belum bisa merinci investasi yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur gas di lima pembangkit tersebut. Pasalnya setiap pembangkit memiliki kapasitas pasokan gas yang berbeda-beda.
(fjo)
Lihat Juga :