Pasar Saham Terjangkit Virus Corona, Pekan Terburuk Sejak Krisis Keuangan 2008

Jum'at, 28 Februari 2020 - 17:56 WIB
Pasar Saham Terjangkit...
Pasar Saham Terjangkit Virus Corona, Pekan Terburuk Sejak Krisis Keuangan 2008
A A A
LONDON - Pasar saham di seluruh dunia tengah menghadapi minggu terburuk sejak krisis keuangan global pada 2008 lalu ketika ketakutan atas dampak dari wabah virus corona (Covid-19) terus mencengkeram investor. Pada Jumat pagi, bursa saham di Eropa turun tajam dimana indeks FTSE 100 London tenggelam lebih dari 3%.

Sementara pasar saham Asia mengalami kerugian yang lebih besar, sedangkan di Amerika Serikat (AS) yakni Dow Jones mencatat penurunan poin terbesar dalam satu hari pada perdagangan, Kamis waktu setempat. Investor sendiri mecemaskan dampak virus corona bisa memicu resesi global.

Berita lebih banyak kasus terjangkit virus corona terus mencuat, terutama yang terbaru dari Italia hingga menimbulkan keprihatinan bahwa epedemi ini bisa berdampak lebih besar terhadap ekonomi dari yang diprediksi sebelumnya. "Pasar terlalu optimis dan sekarang mungkin terlalu pesimis," kata Iris Pang, ekonom China Raya di ING seperti dilansir BBC, Jumat (28/2/2020).

Seorang ahli strategi saham dari Standard Chartered Bank, Mayank Mishra menambahkan, "sebelumnya pasar sempat sedikit mengalami pemulihan saat jumlah infeksi di China melambat sebagai akibat dari kebijakan isolasi terhadap mereka yang terduga terinfeksi virus corona. Akan tetapi penyebaran virus corona di luar China seperti Korea Selatan, Italia dan Jepang telah kembali menimbulkan ketakutan," sambungnya.

Semua indeks saham utama Eropa anjlok sangat dalam, saat perdagangan pada hari Jumat menyusut tahan dimana indeks Dax Jerman membuka dengan kejatuhan 3,6%. Selanjutnya indeks Cac 40 Prancis juga ambruk hingga 3,1%.

Sebelumnya di Asia, indeks Nikkei 225 Jepang turun 3,7% yang menjadikannya selama satu minggu terakhir telah merosot lebih dari 9%. Indeks saham utama Australia, ASX200 ambruk melewati 3,3% pada hari Jumat, juga menderita kejatuhan terbesar sejak krisis keuangan 2008.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bursa Saham Global Jatuh...
Bursa Saham Global Jatuh di Tengah Ancaman Gelombang Kedua Covid-19
Pergerakan IHSG Masih...
Pergerakan IHSG Masih Tersandera Corona, Bursa Asia Kompak Melemah
Gara-gara China, Bursa...
Gara-gara China, Bursa Asia Dibuat Kelepekan
Terimbas Wall Street,...
Terimbas Wall Street, Bursa Asia Kompak Berguguran
Omicron Obrak-Abrik...
Omicron Obrak-Abrik Bursa Saham Asia Pasifik
IHSG Masih Berjaya Pagi...
IHSG Masih Berjaya Pagi Ini, Bursa Asia Mixed
Berita Terkini
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
5 menit yang lalu
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
56 menit yang lalu
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
1 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
1 jam yang lalu
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
1 jam yang lalu
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Infografis
2 Pekan Lagi, Minyak...
2 Pekan Lagi, Minyak Goreng Minyakita Banjiri Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved