IHSG Berakhir Merosot 91,46 Poin Saat Bursa China Terdongkrak 3,15 Persen
Senin, 02 Maret 2020 - 16:51 WIB
IHSG Berakhir Merosot 91,46 Poin Saat Bursa China Terdongkrak 3,15 Persen
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Senin (2/3/2020) berakhir anjlok semakin dalam setelah Indonesia mengumumkan dua kasus perdana positif virus corona. Hingga akhir sesi IHSG tercatat ambruk -91,46 poin atau -1,68% untuk terus merosot ke level 5.361,25.
Sebelumnya pada sesi siang, bursa saham Tanah Air anjlok usai kehilangan -55,39 poin atau -1,02% ke level 5.397,31 setelah pada awal sesi sempat menanjak naik 10,020 poin yang setara 0,184% menjadi 5.462,72. Usai pada akhir pekan kemarin, bursa saham Tanah Air bertenggera di 5.452,70.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,90 triliun dengan 6,51 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp291,14 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,01 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,72 triliun. Tercatat sebesar 181 saham menguat, 263 melemah dan 156 stagnan.
Di sisi lain pasar utama Asia berusaha untuk bangkit kembali pada perdagangan awal pekan setelah mencetak kerugian tajam minggu lalu. Meskipun data manufaktur China memperlihatkan tren pelemahan yang berada dalam jalur terburuk dari yang diharapkan, namun bursa Negeri Tirai Bambu mampu mencetak hasil positif.
Bursa saham China melonjak untuk mencoba perbaikan usai jatuh sangat tajam pada akhir pekan kemarin. Hari ini Komposit Shanghai berakhir terdongkrak 3,15% lebih tinggi pada level 2.970,93. Sedangkan Komposit Shenzhen memperoleh tambahan 3,769% untuk menyentuh posisi 1.869,65.
Indeks Hang Seng, Hong Kong juga bergerak maju 0,62% menjadi 26,291.68 pada akhir sesi awal pekan. Di tempat lain, indeks Nikkei Jepang pulih usai tergelincir sebelumnya lewat kenaikan 0,95% ke posisi 21.344,08.
Saham Sharp naik 2,2% menyusul laporan dari media Jepang akhir pekan lalu bahwa perusahaan tengah bersiap memproduksi masket di tengah kurangnya pasokan yang disebabkan oleh wabah virus corona. Selanjutnya indeks Kospi, meningkat sebesar 0,78% untuk menutup di 2.002,51.
Sedangkan saham-saham di Australia, bagaimanapun, terus menurun pada hari Senin, dengan S&P/ASX 200 merosot 0,77% untuk menutup hari ini di 6.391,50 setelah jatuh minggu lalu.
Sementara itu FTSE Bursa Malaysia index KLCI tergelincir 0,44% pada sore perdagangan. Hal ini setelah kabar tak terduga yakni pengunduran Mahathir Mohamad minggu lalu yang kemudian digantikan oleh Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang tercatat 1,06% lebih tinggi.
Sebelumnya pada sesi siang, bursa saham Tanah Air anjlok usai kehilangan -55,39 poin atau -1,02% ke level 5.397,31 setelah pada awal sesi sempat menanjak naik 10,020 poin yang setara 0,184% menjadi 5.462,72. Usai pada akhir pekan kemarin, bursa saham Tanah Air bertenggera di 5.452,70.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,90 triliun dengan 6,51 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp291,14 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,01 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,72 triliun. Tercatat sebesar 181 saham menguat, 263 melemah dan 156 stagnan.
Di sisi lain pasar utama Asia berusaha untuk bangkit kembali pada perdagangan awal pekan setelah mencetak kerugian tajam minggu lalu. Meskipun data manufaktur China memperlihatkan tren pelemahan yang berada dalam jalur terburuk dari yang diharapkan, namun bursa Negeri Tirai Bambu mampu mencetak hasil positif.
Bursa saham China melonjak untuk mencoba perbaikan usai jatuh sangat tajam pada akhir pekan kemarin. Hari ini Komposit Shanghai berakhir terdongkrak 3,15% lebih tinggi pada level 2.970,93. Sedangkan Komposit Shenzhen memperoleh tambahan 3,769% untuk menyentuh posisi 1.869,65.
Indeks Hang Seng, Hong Kong juga bergerak maju 0,62% menjadi 26,291.68 pada akhir sesi awal pekan. Di tempat lain, indeks Nikkei Jepang pulih usai tergelincir sebelumnya lewat kenaikan 0,95% ke posisi 21.344,08.
Saham Sharp naik 2,2% menyusul laporan dari media Jepang akhir pekan lalu bahwa perusahaan tengah bersiap memproduksi masket di tengah kurangnya pasokan yang disebabkan oleh wabah virus corona. Selanjutnya indeks Kospi, meningkat sebesar 0,78% untuk menutup di 2.002,51.
Sedangkan saham-saham di Australia, bagaimanapun, terus menurun pada hari Senin, dengan S&P/ASX 200 merosot 0,77% untuk menutup hari ini di 6.391,50 setelah jatuh minggu lalu.
Sementara itu FTSE Bursa Malaysia index KLCI tergelincir 0,44% pada sore perdagangan. Hal ini setelah kabar tak terduga yakni pengunduran Mahathir Mohamad minggu lalu yang kemudian digantikan oleh Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia yang baru. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang tercatat 1,06% lebih tinggi.
(akr)
Lihat Juga :